Banjir yang menerjang Medan dan sekitarnya pada Sabtu (5/12/2020). (Foto: Antara)
Antara

MEDAN, iNews.id - SAR Medan bersama unsur gabungan masih mencari keberadaan empat korban hilang akibat bencana alam hujan dan longsor di Sumatera Utara (Sumut). Mereka tersebar di Medan, Deliserdang, Sedangbedagai dan Tapanuli Selatan.

"Ada empat lokasi pencarian yang harus kami kerjakan hari ini, di antaranya dua korban banjir di Perumahan De Flamboyan. Tapi seorang telah ditemukan, balita dua tahun bernama Imanuel," ujar Kepala SAR Medan Toto Mulyono, Minggu (6/12/2020).

Korban yang masih hilang yakni seorang warga lagi bernama Herman Asmen (45). Dia menjadi korban terakhirbyang belum ditemukan saat banjir menerjang Perumahan De Flamboyan akibat tanggul Sunagi Belawan jebol.

Lalu satu lokasi pencarian korban anak berusia 12 tahun yang hanyut ketika mandi di Sungai Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (5/12/2020).

Kemudian operasi pencarian terhadap seorang warga yang hanyut di Sungai Padang, Kabupaten Serdangbedagai pada Sabtu (5/12).

"Terus satu orang lagi operator eskavator yang masuk ke jurang di Kabupaten Tapanuli Selatan. Kami sudah mengirim tim dari Pos SAR Danau Toba dan Medan juga," ucapnya.

Operator ini diketahui sedang mengerjakan proyek PLTA dari NSHE (PT North Sumatera Hydro Energy). Dia sedang menbuka jalan, dan membuat parit.

"Eskavatornya tergelincir dan masuk jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter," kata Toto.

Korban diketahui warga Sipirok bernama Afwan Ritonga (38). Dia terseret arus Sungai Batang Toru di Tapanuli Selatan pada Jumat (4/12/2020).


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT