Polres Tanjungbalai saat menunjukkan sejumlah barang bukti sitaan saat operasi kegiatan sahur on the road di Kota Tanjungbalai. (Foto: iNews/Ulil Amri)
Ulil Amri

MEDAN, iNews.id - Personel Polres Tanjungbalai mengelar operasi untuk menertibkan masyarakat yang tetap nekat menggelar kegiatan sahur on the road walaupun sudah mendapatkan larangan dari pemerintah. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 73 sepeda motor yang menggunakan knalpot blong dan 5.400 petasan. 

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan operasi tersebut merupakan langkah untuk menindaklanjuti perintah Kapolri yang melarang kegiatan sahur on the road. Selain menimbulkan keresahan warga, kegiatan tersebut diduga bisa menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. 

Dalam operasi pertama, personel Polres Tanjungbalai berhasil menilang  73 sepeda motor tanpa dokumen yang lengkap. Kendaraan tersebut diduga digunakan untuk balap liar. 

"Motor tersebut juga kedapatan menggunakan knalpot blong. Kami juga menyita sebanyak 5.400 petasan," kata Putu, Jumat (16/4/2021). 

Putu mengatakan kegiatan sahur on the road tersebut membuat warga sekitar menjadi terganggu. Pasalnya, suara bising dari aktivitas tersebut membuat suara bising hingga mengganggu kenyaman warga saat beribadah dan menggangu ketertiban umum. 

"Kami mengimbau orang tua untuk tetap mengawasi anak-anaknya di saat bulan suci ramadan," ujarnya. 


Editor : Stepanus Purba

BERITA TERKAIT