Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Kota Tarutung menuju Kota Sibolga terputus akibat longsor besar di Desa Parsikaman, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). (Foto: iNews).

TAPUT, iNews.id - Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Kota Tarutung menuju Kota Sibolga terputus total akibat longsor besar di Desa Parsikaman, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara. Longsor dari tebing setinggi 100 meter yang terjadi sejak 24 November 2025 membuat akses utama tidak bisa dilalui. 

Puluhan personel Pomdam I Bukit Barisan terus melakukan pencarian korban yang tertimbun material longsor hingga 29 November. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara juga dikerahkan untuk membersihkan tumpukan kayu dan material agar proses evakuasi korban lebih cepat dilakukan. 

Sementara itu, warga yang terjebak di perjalanan dari Tarutung menuju Sibolga banyak yang beristirahat di posko pengungsian Desa Sibalanga, termasuk di Gereja HKBP Sibalanga Parsikaman. Pemerintah Kabupaten Taput menyediakan dapur umum untuk kebutuhan makanan para pengungsi dan warga yang terdampak.  

"Target kami sampai di Sibolga itu sampai di titik Rampa kami upayakan material longsoran cepat dievakuasi sehingga jalan Lintas Sumatera dengan mudah bisa diakses," ujar PPK III BBJN Sumut, Indra Kurnia, Sabtu (29/11/2025).

Diperkirakan terdapat sekitar 50 titik longsor di jalur Tarutung–Sibolga. Balai Besar Sungai Sumatera II bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, Kementerian PUPR, serta Dinas PUPR Sumatera Utara bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk membuka akses jalan yang tertutup. 

Target perbaikan di titik paling parah ditetapkan selesai dalam waktu empat hari agar jalur kembali bisa dilalui masyarakat.  

Sejumlah warga masih terjebak, termasuk Bona Bangun Lumban Tobing, warga Sibolga, yang sudah lima hari tertahan di Adiankoting. 

Dari 54 titik longsor di wilayah tersebut, dia bersama keluarganya telah melewati 28 titik dengan menumpang di rumah penduduk. Bona mengaku baru mengetahui adanya dapur umum dari pemerintah setelah beberapa hari tinggal di rumah warga.  

Pembersihan material longsor difokuskan di Desa Sibalanga dan Parsikaman, tempat pencarian korban yang belum ditemukan masih berlangsung. Namun, warga sempat menghentikan kendaraan Korps Brimob Polda Sumut karena alat berat ekskavator dari dinas terkait tidak segera bekerja membuka jalan. 

Situasi ini membuat proses evakuasi dan pembersihan jalan longsor berjalan lambat, sementara masyarakat berharap akses segera kembali normal.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network