Dokter yang diduga menyuntikkan vaksin kosong ke siswa SD di Medan mengaku khilaf (Foto: iNews/Yudha Bahar)
Wahyudi Aulia Siregar

MEDAN, iNews.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) mengembalikan berkas perkara kasus penyuntikan kasus vaksin kosong yang melibatkan seorang dokter berinisial TGA alias Gita di Medan. Berkas tersebut dikembalikan setelah sejumlah berkas dinyatakan belum lengkap oleh jaksa peneliti dari Bidang Tindak Pidana Umum Kejati Sumut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum pada Kejaksaan Tinggi Sumut, Yos A Tarigan, mengatakan pengembalian berkas perkara itu sudah dilakukan pada Senin, 7 Maret 2022 kemarin.  

“Tim Jaksa penelitinya sudah mengembalikan berkas perkara. Ada yang perlu diperbaiki,” ujar Yos, Rabu (9/3/2022).

Sejumlah berkas yang perlu diperbaiki oleh penyidik yakni syarat formil dan materiil kasus tersebut seperti berkas persuratan. Sementara itu untuk materiilnya ada di materi pokok perkara. 
“Kalau syarat formil terkait kekurangan persuratan, dan syarat materiil terkait materi pokok perkara untuk mendukung unsur-unsur pasal yang sudah disangkakan,” ucapnya. 

Terkait batas waktu tentunya tergantung penyidik untuk menyempurnakan berkas perkara tersebut karena koordinasi JPU dengan Penyidik cukup baik. Dia berharap penyidik Polda Sumut bisa segera melengkapi persyaratan yang kurang, agar bisa diajukan ke pengadilan untuk disidangkan.

Dalam berkas perkara yang diterima Kejati Sumut, lanjut Yos bahwa oknum dokter yang diduga terlibat kasus suntik vaksin kosong dikenakan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

"Mudah-mudahan dengan petunjuk yang diberikan oleh jaksa, penyidik bisa segera untuk menyempurnakan," ucapnya. 

Kasus ini sendiri berawal dari rekaman video aksi penyuntikan vaksin kosong menjadi viral setelah diunggah ke media sosial. Setelah ditelusuri, penyuntikan vaksin kosong itu direkam salah seorang orangtua siswa saat digelarnya vaksinai massal untuk anak usia 6-11 tahun di SD Wahidin Sudirohusodo Medan. 

Belakangan diketahui, tenaga kesehatan yang diduga melakukan penyuntikan kosong itu adalah TGA alias Gita. Saat itu Gita merupakan anggota kolegium dokter yang ikut bekerjasama dalam pelaksanaan vaksinasi yang diinisiasi pihak Kepolisian.

Belakangan Polisi yang menyelidiki kasus itu, menetapkan Gita sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah Penyakit Menular. 

Namun Gita melalui kuasa hukumnya, membantah menyuntikkan vaksin kosong tersebut. Mereka pun sempat akan memperkarakan pengunggah video penyuntikan vaksin kosong tersebut. 


Editor : Stepanus Purba_block

BERITA TERKAIT