JOMBANG, iNews.id - Seorang nenek berusia 92 tahun di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ditemukan selamat setelah hilang selama tujuh hari. Korban bernama Mbah Supini ditemukan berbaring di dasar jurang dalam kawasan hutan Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, dengan kondisi lemah.
Saat ditemukan, kondisi Supini sangat lemas dan mengalami dehidrasi. Warga yang menemukannya langsung mengevakuasi nenek asal Desa Manunggal, Kecamatan Ngusikan, tersebut ke Puskesmas Keboan untuk mendapatkan perawatan medis.
Supini ditemukan oleh seorang pencari burung pada Kamis malam. Lokasi penemuan berada sekitar lima kilometer dari rumahnya.
Sunarti, putri Supini, mengatakan keluarganya sempat melakukan pencarian selama berhari-hari setelah ibunya menghilang.
Keluarga menjelaskan, Supini meninggalkan rumah ketika seluruh anaknya masih tertidur.
Seorang tetangga sempat melihat Supini berjalan seorang diri menuju arah hutan. Saat ditanya, Supini disebut mengatakan hendak menonton pertunjukan orkes.
Namun, ketika tetangga tersebut meninggalkannya sebentar, Supini sudah tidak terlihat. Keluarga kemudian mengetahui Supini tidak berada di rumah saat pagi hari dan langsung melakukan pencarian.
"Mbah sempat ketemu tetangga, waktu ditanya jawab mau lihat orkes. Mbahnya disuruh balik gak mau, pas dilihat lagi sama tetangga sudah tidak ada," ujarnya saat menceritakan awal mula Mbah Supini hilang, Selasa (29/9/2026).
Pencarian kemudiann dilakukan di sejumlah lokasi hingga akhirnya, sepekan kemudian, seorang pencari burung menemukan Supini di dasar jurang dalam kawasan hutan.
Saat ditemukan, Supini berada di rerumputan dan tidak dalam kondisi jatuh. Tubuhnya juga tertutup selimut yang dibawanya dari rumah.
"Saya cari ke hutan tidak selama enam hari. Ditemukan hari Kamis malam sama pencari burung. Lokasinya di bawah jurang tapi di rerumputan, tidak jatuh tapi seperti tidur," katanya.
Warga yang melakukan evakuasi kemudian membawa Supini ke Puskesmas Keboan. Setelah menjalani rawat inap selama empat hari, kondisi Supini berangsur membaik.
Meski demikian, kondisi tubuhnya masih lemah. Supini belum mampu duduk maupun berjalan dan masih membutuhkan perawatan.
Keluarga juga menemukan sejumlah luka pada tubuh Supini yang diduga akibat gesekan dengan pepohonan selama berada di kawasan hutan. Selama berada di rumah, Supini disebut lebih banyak terdiam dan belum banyak berbicara kepada keluarganya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait