Terpidana M saat diamankan di Kejati Sumut. (Foto: istimewa)
Wahyudi Aulia Siregar

MEDAN, iNews.id - Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) menangkap perempuan berinisial M (52) dari rumah persembunyiannya di Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan pada Kamis, 20 Januari 2022 malam kemarin. 

Mantan Manager Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) milik PT TPS di Jalan D.I Panjaitan, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara itu, ditangkap setelah buron sejak tahun 2020 lalu. Dia mangkir setelah sebelumnya diputus bersalah melakukan pemalsuan surat kuasa dan bon pembelian minyak senilai Rp7,3 miliar. Putusan disampaikan Pengadilan Tinggi Medan di tahun 2020. 

"Yang bersangkutan kami tangkap di rumah kontrakkanya di Jalan Panglima Denai Gang Astara Kecamatan Medan Amplas pada Pukul 21.15 WIB malam tadi. Saat ditangkap, yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan," kata Asintel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Dwi Setyo Budi Utomo didampingi Kasi Penkum Yos A Tarigan.

Dwi megatakanPengadilan Tinggi Sumatera Utara Nomor 1463/Pid/2019/PT.MDN tanggal 13 Januari 2020 yang mengubah Putusan Pengadilan Negeri Pematangsiantar Nomor 342 PID/B/2018/PN-PMS tanggal 5 November 2019  menjatuhkan pidana penjara lima tahun karena terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan surat, sebagaimana diatur dalam Pasal 263 (1) KUHPidana dalam Dakwaan Jaksa. 

"Pada Putusan Pengadilan Negeri Pematangsiantar terpidana diputus tiga tahun enam bulan penjara. Karena menolak petugas tersebut dia melalukan upaya banding. Pada tingkat banding hakim mengaminkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan memperberat hukumannya," ucapnya. 

Dwi mengatakan perbuatan terpidana tersebut membuat PT TPS mengalami kerugian sebesar Rp7,326 miliar. Terpidana memalsukan surat kuasa dari pemilik SPBU dan tagihan pembelian minyak serta pemesanan minyak.      

"Selama dalam pelarian, terpidana bolak balik Riau Medan karena ada anak pertama yang tinggal di Riau dan anak kedua kuliah di Medan. Terpidana selanjutnya diserahkan ke Kejari Pematangsiantar untuk menjalani putusan Pengadilan Tinggi Medan," ucapnya. 


Editor : Stepanus Purba_block

BERITA TERKAIT