Kapolda Sumut Irjen Pol Irjen Paulus Waterpauw saat pemaparan kasus penangkapan 14 tersangka yang diduga jaringan narkoba internasional bersama 38 kg sabu di Mapolda Sumut. (Foto: iNews/Aminoer Rasyid)

MEDAN, iNews.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengungkap 14 orang jaringan pengedar narkoba internasional dan dua di antaranya oknum polisi. Polisi juga menyita barang bukti 38 kilogram (kg) sabu dan satu pucuk senjata air soft gun. Sementara seorang tersangka lain terpaksa ditembak mati karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, salah seorang dari oknum polisi yang ditangkap tersebut berinisial BS, perwira berpangkat ajun komisaris polisi (AKP) dan saat ini menjabat sebagai kepala kepolisian sektor (kapolsek) di jajaran Polres Nias Selatan (Nisel). Sementara rekannya berinisial YMS, berpangkat brigadir.

“Saat kami lakukan penangkapan, oknum polisi tersebut berada bersama-sama dengan pemilik barang. Namun, barang tersebut sudah bergeser, tidak pada pemilik saat ditemukan. Sampai saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan mendalam, apa keterkaitan dua oknum polisi ini,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendrik Marpaung, Rabu (6/12/2017).

Hendrik memaparkan, penangkapan 14 tersangka dan barang bukti 38 kg sabu tersebut merupakan hasil penyelidikan Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut selama sekitar tiga minggu. Petugas akhirnya berhasil mengamankan para tersangka dari sejumlah lokasi di Sumut.

“Yang pertama kami dapat 6 kg sabu. Setelah dikembangkan, hasil interogasi dan pemeriksaan, dapat 6 kg lagi. Kemudian, kami kembangkan lagi, dapat 15 kg dan selanjutnya dikembangkan dapat 1 kg. Terakhir tadi malam dapat 10 kg,” paparnya.

Ke-14 tersangka diduga saling terkait dalam jaringan pengedar narkoba internasional asal China. Sebab, barang bukti yang diamankan memiliki bungkus produk China. “Dari barang bukti yang diamankan, kemasannya hampir sama semua, produk China. Narkoba asal China itu lalu dikirim melalui jalur Malaysia, bisa dari Taiwan, bisa dari Singapura, hingga masuk ke Indonesia,” katanya.

Saat penangkapan para tersangka, salah satunya berinisial MDS terpaksa ditembak mati petugas karena berusaha kabur dan melawan. MDS juga diketahui sebagai bandar besar narkoba di Tanjungbalai. Sementara tiga tersangka lain dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki.

Hendrik menambahkan, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut masih terus mendalami kasus penangkapan 14 tersangka dan barang bukti 38 kg sabu tersebut untuk menangkap bandar narkoba pemasok ke Indonesia.


Editor : Maria Christina

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network