MEDAN, iNews.id - Puluhan buruh dari sejumlah elemen menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumatera Utara (Sumut), Kamis (11/3/2022). Massa tersebut untuk menolak terkait wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa Presiden menjadi 3 periode.
“Kami harapkan agar aspirasi kami ini didengar dan disampaikan ke DPR RI hingga Presiden. Bahkan aksi kami ini juga digelar secara serentak yang dipusatkan di depan DPR RI di Jakarta,” kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara, Willy Agus Utomo.
Willy menegaskan bahwa wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan kekuasaan presiden hingga 3 periode telah melanggar Undang-Undang 1945. Selain itu, hal tersebut bertentangan dengan cita-cita demokrasi.
“Ini melanggar demokrasi yang kita cita-citakan selama ini. Maka tokoh bangsa ini jangan coba-coba mengusung Presiden hingga 3 priode. Karena kami anggap ini mempertahankan rezim penguasa yg berkuasa saat ini yang tidak berpihak dengan buruh," ujarnya.
Willy meminta proses pergantian Presiden tepat dilakukan sesuai dengan waktunya. Buruh mengancam akan kembali menggelar aksi jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
"Kami tegaskan ingin ganti presiden dan sesuai pada waktunya. Bila aspirasi kami tidak di dengarkan kami akan melakukan aksi selanjutnya dengan masaa sebanyak-banyaknya,” ucapnya.
Selain kedua tuntutan itu, massa buruh juga meminta pada Presiden RI untuk mengambil sikap atas nama kemanusiaan dimana pasti setiap perang ada korban warga sipil dan tentunya terimbas pada ekonomi di dunia.
“Kami minta agar stop agresi Rusia di Ukraina," ucapnya.
Lalu permintaan mereka juga masih seperti yang sebelumnya yakni meminta pemerintah untuk mencabut atau batalkan Permenaker No 2 Tahun 2022 tentang Jaminan Hari Tua usia 56 tahun. Juga minta cabut UU perbudakan Omnibus Law Ni 11 Tahun 2021 Tentang Cipta Karya.
“Terbaru turunkan harga minyak goreng dan bahan pokok lainnya menjelang Ramdhan dan Lebaran,” tukasnya.
Aksi unjukrasa ini sendiri tidak mendapatkan respor dari satu pun anggota DPRD Sumut. Itu karena para anggota DPRD tengah menjalani reses di daerah pemilihan mereka masing-masing.
Editor : Stepanus Purba_block
Artikel Terkait