LABUHANBATU UTARA, iNews.id - Video cekcok antara dua oknum TNI dan pekerja pengepul kelapa sawit di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, viral di media sosial. Perselisihan itu diduga dipicu teguran petugas BKO terhadap aktivitas penimbangan tandan buah segar (TBS) milik warga di lahan perusahaan yang rawan pencurian sawit.
Peristiwa tersebut terjadi di areal PT Agrinas Palma Nusantara (APN), Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu pada Jumat (9/10/2026) dini hari.
Rekaman berdurasi 17 detik yang beredar memperlihatkan dua orang berseragam loreng terlibat adu mulut dengan sejumlah warga.
Staf Sumber Daya Manusia dan Umum PT APN, Suhendri ketika dikonfirmasi membenarkan adanya perselisihan antara dua oknum TNI dan masyarakat setempat. Kejadian berlangsung di kawasan Lubuk Pinang, Desa Sukarame.
Perselisihan bermula ketika petugas mengamankan sepeda motor yang membawa kelapa sawit menggunakan keranjang karena diduga hasil pencurian dari areal perusahaan. Petugas kemudian menegur dan menurunkan muatan sawit tersebut.
Situasi memanas ketika seorang toke sawit melakukan pembelian tandan buah segar milik masyarakat dengan membuka lokasi penimbangan di lahan perusahaan pada dini hari. Aktivitas itu mendapat teguran dari petugas BKO yang berjaga di lokasi.
"Awal bermula itu dugaan terjadinya pencurian buah kelala sawit di Agrinas Palma Nusantara namun pihak BKO menegur salah satu oknum toke sawit tersebut yang menimbang di wilayah PT Agrinas Palma Nusantara yang tidak SOP tersebut," ujar Suhendri, Rabu (14/10/2026).
Teguran diberikan karena kawasan tersebut disebut kerap mengalami pencurian tandan buah segar. Namun, teguran itu berujung adu mulut hingga videonya tersebar luas di media sosial.
Hingga kini, informasi yang disampaikan pihak perusahaan menjelaskan, dugaan pemicu perselisihan. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai tindak lanjut atas cekcok yang melibatkan dua oknum TNI dan warga tersebut.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait