Keluarga korban dan warga mendobrak rumah diduga pelaku penyekapan dan penganiayaan perempuan di Medan. (Foto: Ist) 

MEDAN, iNews.id - Seorang perempuan bernama Samla Dewi menjadi korban dugaan penyekapan dan penganiayaan oleh pria bernama Dhayalen alias Roberto yang tak lain suami sirinya. Peristiwa penyekapan ini terjadi di sebuah rumah di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut).

Kasus tersebut bahkan sempat viral di media sosial setelah warga dan aparat melakukan penggerebekan untuk menyelamatkan korban.

Menurut keterangan korban, peristiwa bermula saat korban mendatangi rumah suami siri untuk mengambil barang milik anaknya. Dia ketika itu pergi bersama adiknya, sedangkan pelaku memintanya datang seorang diri.

Namun setibanya di lokasi, situasi justru berubah mencekam. Korban mengaku langsung dipaksa masuk ke dalam rumah oleh pelaku dan dikunci di kamar.

"Begitu sampai, aku langsung ditarik masuk ke kamar lalu dia menyuruh keponakannya mengusir adik ku," katanya, Senin (23/3/2026).

Tak hanya itu, korban mengungkapkan dirinya dilarang keluar dan dikunci bersama anaknya yang masih kecil dalam kamar.

"Selama 3 hari aku gak boleh keluar. Cuma hari pertama aku dianiaya. Ditunjang dada ku, ditumbuk," ucapnya.

Korban mengakui hubungannya dengan pelaku sebagai pasangan suami istri belum sah secara hukum.

"Statusnya kami belum menikah secara hukum, baru nikah siri.  Kami kan sudah pisah, aku mau ambil barang anak ku sama adik ku jadi datang ke sana," ujarnya.

Aksi penyekapan ini akhirnya terungkap setelah keluarga korban bersama warga mendatangi rumah pelaku. Dalam rekaman video yang beredar, sejumlah warga terlihat menggedor pintu rumah pelaku.

Karena tidak mendapat respons, warga akhirnya mendobrak pintu dan masuk ke dalam rumah. Di dalam, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka lebam di beberapa bagian tubuh.

Pelaku dan korban kemudian langsung diamankan dan dibawa ke kantor polisi oleh warga untuk penanganan lebih lanjut.

Dari informasi yang dihimpun, korban dan pelaku diketahui pernah tinggal bersama dalam hubungan siri. Selama itu pula, korban disebut kerap mendapatkan perlakuan kasar dari pelaku.

Keluarga korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergerak cepat dengan mengajak warga untuk menyelamatkan korban dari lokasi penyekapan.

Saat ini, kasus penyekapan dan penganiayaan di Medan tersebut telah dilaporkan ke Sat Reskrim Polrestabes Medan. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara detail motif dan kronologi lengkap dugaan tindakan kekerasan tersebut.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network