LABUHANBATU, iNews.id - Perselisihan dua emak-emak yang tinggal berhadapan di Perumahan Karya Sempurna, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, berujung perkelahian. Insiden tersebut viral di media sosial setelah salah satu wanita terlihat tergeletak di tanah.
Pertikaian itu diduga dipicu saling ejek antara kedua belah pihak. Bahkan, persoalan tersebut kini berlanjut ke ranah hukum setelah keduanya sama-sama melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Labuhanbatu.
Berdasarkan keterangan saksi bernama Erlina, keributan bermula saat temannya, Laili sedang berjalan dan dipanggil oleh terlapor. Keduanya kemudian terlibat adu mulut hingga terjadi aksi saling serang.
Dalam pertikaian itu, korban diduga dicakar dan ditarik bajunya hingga robek. Laili juga sempat terguling dan tergeletak di tanah.
"Pas dia lewat di situlah adu mulut dengan orang ini, baru pas turun (dipanggil) sini kau, lalu datanglah kakak ini, pas nampak sudah dicakar," kata Erlina, Senin (2/11/2026).
Dia menyampaikan, sebelum kejadian tersebut, kedua wanita itu sudah beberapa kali terlibat perselisihan dan saling melontarkan ejekan. Atas kejadian itu, Laili melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Labuhanbatu agar diproses lebih lanjut.
Sementara itu, Nely Pohan, salah satu pihak yang terlibat dalam pertikaian dan diketahui bekerja sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Labuhanbatu, membantah telah melakukan penganiayaan.
Dia juga membantah telah membuat Laili tergeletak di tanah. Nely bahkan menuding video yang beredar di media sosial telah direkayasa. Menurutnya, pelapor sengaja berbaring di tanah sebelum direkam oleh pihak keluarga.
"Itu sebetulnya semua rekayasa, saya tidak ada menganiaya, cuma saya yang teraniaya. Awal mulanya yang punya rumah bilang sama tetangga bahwa saya punya utang sama dia Rp20 juta dan itu sudah lama saya lunasi dan itu tidak benar," ujar Nely.
Dia mengaku turut melaporkan kejadian tersebut ke polisi atas dugaan penganiayaan. Kini, kedua laporan terkait pertikaian tersebut tengah ditangani Polres Labuhanbatu.
"Begitu saya lewat dipanggil lah sama si Butet ini disuruhnya turun, ngapain saya yang datang Ibu lah yang kemari dan begitu dia datang dicakar lah wajah saya dijambaknya rambut saya terus saya reflkek narik bajunya sampai koyak," ucapnya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait