LABUHANBATU UTARA, iNews.id - Seorang pria berinisial D tewas diduga akibat dianiaya empat petugas keamanan dan pengawas PT Agrinas Palma Nusantara di Desa Sukarame Baru, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatra Utara. Dari empat pelaku, dua di antaranya diduga anggota TNI aktif yang bertugas di bawah kendali operasi (BKO) perusahaan tersebut.
Keluarga korban yang kecewa kemudian membawa jenazah ke Polsek Kualuh Hulu untuk menuntut keadilan. Suasana haru dan ketegangan terjadi di kantor polisi saat keluarga meluapkan kekecewaan. Salah satu kerabat bahkan sempat berorasi di halaman Polsek Kualuh Hulu.
Menurut keluarga korban, Ramlan Nainggolan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (16/6/2026). Dia menyebut korban dikeroyok saat bekerja di lahan kelapa sawit.
"Yang pasti informasi yang saya terima saat ini ada beberapa oknum TNI mengeroyok menantu saya. Menantu saya dikeroyok saat kerja di lahan, para pelaku berpakaian preman kurang lebih empat orang," ujarnya, Selasa (16/5/2026).
Ramlan menambahkan korban meninggal di lokasi kejadian. Dia juga menyebut istri korban berada di tempat saat insiden tersebut terjadi.
"Korban meninggal di tempat, saya belum tahu pasti. Info yang saya terima istrinya ada di situ saat kejadian," katanya.
Sementara itu, Humas PT Agrinas Palma Nusantara, Hendri, membantah adanya tindakan penganiayaan dalam peristiwa tersebut. Pihak perusahaan menyebut kejadian bermula dari dugaan pencurian.
"Ada pencurian lalu dua orang diamankan ke mess untuk interogasi. Dua orang itu sudah bebas. Tidak ada penganiayaan," katanya.
Pihak perusahaan juga belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan petugas keamanan dalam insiden tersebut.
Sementara itu, mobil yang diduga digunakan para pelaku setelah kejadian dilaporkan terlihat berada di Polsek Kualuh Hulu. Hingga kini, polisi masih menyelidiki terkait dugaan kematian akibat penganiayaan tersebut. Aparat juga telah mengamankan sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait