11 Anggota FPI Pembuat Onar Harlah NU di Tebing Tinggi Ditahan

Abdullah Sani Hasibuan ยท Kamis, 28 Februari 2019 - 18:45 WIB
11 Anggota FPI Pembuat Onar Harlah NU di Tebing Tinggi Ditahan
11 anggota FPI yang berbuat onar dan ricuh pada peringatan Harlah NU ke-93 di Tebing Tinggi, Sumut ditahan. (Foto: iNews.id/Abdullah Sani Hasibuan)

TEBING TINGGI, iNews.id - Polres Tebing Tinggi, Sumatera Utara menetapkan 11 anggota Front Pembela Islam (FPI) sebagai tersangka dalam kasus kericuhan saat peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) ke- 93 di Kota Tebing Tinggi, Rabu (27/2/2019) siang lalu.

Kabid Humas Polda Sumatra Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, ke-11 anggota FPI ini ditetapkan tersangka dari hasil pemeriksaan dan keterangan sejumlah saksi.

Mereka diamankan karena membuat kerusuhan saat Harlah NU ke-9 yang digelar di Lapangan Merdeka Kota Tebing Tinggi pada Rabu siang.

“Saat ini, ke-11 tersangka ditahan di Mapolres Tebing Tinggi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 160 dan 175 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” kata Tatan, Kamis (28/2/2019).


Tatan mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga hubungan baik sesama umat beragam. Jangan mengklaim paling benar dan jangan melakukan tindak-tindakan oremanisme dengan membubarkan kegiatan masyarakat.

“Polri akan melakukan tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku, apabila ada aksi-aksi premanisme seperti yang terjadi di tebing tinggi kami akan melakukan tindakan,” katanya.

Tatan mengatakan, kericuhan tersebut terjadi saat tausiah kebangsaan dalam rangka Harlah NU ke-93. Sekelompok orang yang diduga berasal dari FPI berusaha membubarkan acara tersebut.

Saat itu, dai muda NU KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq sedang memberikan tausiah kebangsaan di hadapan ribuan Nahdliyin. Tiba-tiba sekelompok orang masuk ke lapangan dan berteriak meminta agar acara tersebut dibubarkan.

Polisi yang berada di lokasi langsung berusaha menghalau sekelompok orang tersebut, namun sempat terjadi perlawanan, sehingga polisi bertindak tegas dan mengamankan sejumlah orang yang diduga membuat kerusuhan.

“Mereka teriak-teriak, bubarkan pengajian sesat. Mereka mencoba merangsek masuk sambil mengacungkan dua jari dan memakai kaus #2019GantiPresiden,” kata Tatan.

Dia menuturkan, polisi sebenarnya sudah bertindak persuasif dengan meminta belasan anggota FPI itu untuk pergi dari lokasi. “Tapi, mereka melawan sehingga kami lakukan tindakan. Mereka kita amankan,” katanya.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto yang hadir dalam acara tausiah kebangsaan tersebut sangat menyesalkan sekelompok orang yang akan membubarkan tausiah.


Editor : Kastolani Marzuki