25 Hotspot Terdeteksi di Sumut, Wagub Musa Rajekshah Minta Waspada Karhutla

Wahyudi Aulia Siregar ยท Senin, 22 Februari 2021 - 20:44:00 WIB
25 Hotspot Terdeteksi di Sumut, Wagub Musa Rajekshah Minta Waspada Karhutla
Pemprov Sumut meminta semua pihak mewaspadai bencana Kebakaran hutan dan lahan. (Foto: Antara)

MEDAN, iNews.id - Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah meminta kepada semua pihak untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Utara (Sumut). Permintaan itu disampaikan menyusul hasil pantauan satelit NOAA di Sumut yang telah mendeteksi sebanyak 25 titik panas (hotspot).

“Sesuai dengan arahan Pak Presiden, kita harus mengupayakan pencegahan kebakaran hutan, jadi setiap ada kebakaran hutan, sebelum apinya membesar harus segera dilaporkan. Ini butuh kerja sama semua pihak termasuk masyarakat,” kata Musa Rajekshah usai menghadiri secara virtual Pengarahan Presiden Joko Widodo tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (22/2/2021). 

Wagub juga meminta kepada masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian yang bukan diperuntukkan sebagai lahan pertanian dan tidak membuka lahan menggunakan api atau dibakar. Menurutnya, ini sering menjadi pemicu kebakaran hutan yang luas.

“Musim kemarau sudah dimulai, jangan buka ladang yang bukan diperuntukkan sebagai lahan untuk pertanian, jangan buka lahan dengan api walaupun itu lahan pribadi, kalau ada kebakaran cepat laporkan,” kata Musa. 

Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan Sumut, hingga 22 Februari 2021, telah terjadi enam kebakaran hutan dan lahan di Sumut, dengan total luas sekitar 11 hektare. 

“Dalam beberapa tahun terakhir kita sudah menurunkan tingkat kebakaran hutan, jadi kita tentu tidak mau kebakaran hutan di tahun ini meningkat,” kata Musa Rajekshah.

Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Sumut, Herianto mengatakan, hingga 22 Februari 2021, telah terjadi enam kebakaran hutan di Sumut yaitu di Tapanuli Selatan, Padanglawas Utara, Padanglawas, Mandailing Natal, Sibolga dan Samosir, total sekitar 11 hektare hutan dan lahan terbakar.  Kebakaran tersebut saat ini sudah ditangani.

“Yang terbaru itu Sibolga dan Samosir, sudah ditangani dengan baik, tetapi kita harus tetap waspada karena sampai saat ini menurut pantauan satelit NOAA di Sumut ada 25 hot spot seperti di Labuhanbatu, Samosir, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Selatan, Tapanuli Selatan, Padanglawas, Mandailingnatal, Kota Sibolga, Humbahas, Samosir, Karo dan Dairi,” paparnya.

Presiden Joko Widodo mengingatkan untuk memprioritaskan upaya pencegahan dengan deteksi dini dan update kondisi lapangan setiap hari. 

Presiden juga mengingatkan, untuk wilayah Sumatra bertindak sesegera mungkin karena sebagian besar Pulau Sumatera telah memasuki musim kemarau. 

“Sumatera harus siap siaga sesegera mungkin, puncak musim kemarau di Indonesia prediksi BMKG bulan Juli, Agustus dan September,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki