3 Sumber Penularan Virus Corona bagi Lansia, Nomor 2 Sering Tak Disadari

Felldy Utama ยท Minggu, 29 Maret 2020 - 12:59 WIB
3 Sumber Penularan Virus Corona bagi Lansia, Nomor 2 Sering Tak Disadari
Ilustrasi lansia.(Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kalangan orang lanjut usia (lansia) menjadi kelompok berisiko yang rentan terhadap serangan virus corona. Prosedur pencegahan utama seperti rutin mencuci tangan perlu untuk diterapkan agar terhindar dari virus tersebut.

Ketua Aliansi Telemedia Indonesia Prof dr Purnawan menjabarkan, ada tiga sumber utama yang rentan menjadi media penularan virus bagi lansia. Ketiga hal ini sering dilupakan dan dianggap remeh, padahal sangat dekat dengan rutinitas masyarkat.

Berikut rangkuman ulasan yang dihimpun dalam dialog pembahasan pencegahan virus corona dari Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

1. Barang online

Barang yang dikirim secara daring atau online bisa menjadi salah satu sumber penularan. Karena itu pastikan membersihkan paket yang diterima serta mencuci tangan begitu mendapat kiriman barang online.

"Barang-barang yang diterima secara online itu kan kita tidak tahu bagaimana prosesnya. Bagaimana yang mengantar jadi harus kita lakukan sebagai benda terinfeksi," ujar Purnawan, Minggu (29/3/2020).

2. Uang Tunai

Sumber kedua penularan yakni uang tunai. Sebab uang dipegang banyak orang dan sering tak disadari. Uang berpindah dari satu orang ke orang lainnya sehingga bisa menjadi sumber penularan Covid-19.

Menurutnya, perlu perlakuan khusus saat menggunakan uang tunai.

"Uang cash itu dari orang ke orang jadi itu harus ada caranya. Kalau saya pegang pakai plastik dan saya taruh di tempat khusus di rumah," katanya.

3. Interaksi Lansia dan Cucu

Sumber ketiga risiko penularan yakni bisa melalui hubungan interaksi antara lansia (kakek/nenek) dengan cucu.

Sebagai kelompok usia yang berisiko tertular, lansia perlu menerapkan protokol kesehatan selama berinteraksi. 

"Yang ketiga ini memang agak riskan juga ya. Dari segi kesehatan, kalau kakek itu rentan cucu itu biasanya tahan. Tapi dia (cucu) menjadi (carrier) jadi sementara hati-hati dan waspasa jika berhubungan dengan cucu. Selalu cuci tangan dan pakai masker begitu," kata Purnawan. 


Editor : Donald Karouw