Aktivis Lingkungan USU Dilaporkan ke Polda, Walhi Sumut: Polisi Jangan Jadi Alat

Stepanus Purba ยท Selasa, 04 Februari 2020 - 02:21 WIB
Aktivis Lingkungan USU Dilaporkan ke Polda, Walhi Sumut: Polisi Jangan Jadi Alat
Akademisi USU Onrizal didampingi oleh kuasa Hukum Dingin Pakpahan (kanan) dan Direktur Eksekutif WALHI Sumut Dana Prima Tarigan (Foto : iNews/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id - Seorang akademisi dengan konsentrasi ilmu bidang lingkungan dari Universita Sumatera Utara (USU), Onrizal dilaporkan oleh seorang direktur dari perusahaan public relation terkait dengan dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam laporannya, Mryna mempersoalkan sebuah postingan Pak Onrizal tertanggal 11 Juli 2018 terkait dengan capture berita terkait dengan kondisi orang utan. 

"Jadi yang dilaporkan adalah status di IG saya tertanggal 11 Juli 2018. Di postingan itu saya screenshoot berita dari alert yang judulnya adalah 'alert Indonesian President : Save The World rarest Ape', yang mana alert sendiri mendesak presiden Indonesia untuk selamatkan orang utan Tapanuli sebagai kera besar yang paling langka," kata Onrizal ditemui di Kantor Walhi Sumut, Senin (3/2/2020). 

Di postingan tersebut Onrizal juga menuliskan caption 'Save Worlds rarest great ape,_Pongo Tapanuliensis_, orangutan Tapanuli. Tak hanya itu, Onrizal juga menyemat link url dari berita tersebut serta menambahkan sejumlah tagar terkait orangutan. 

Onrizal mengungkapkan bahwa di link berita yang disematkan tersebut dirinya tidak ada menyebutkan nama pelapor maupun perusahaan yang berafiliasi dengan pelapor. "Jadi saya pun bingung di mana saya mencemarkan nama baiknya distatus IG saya itu," ucap Onrizal. 

Dalam laporannya, pelapor juga melampirkan sejumlah berita lainnya di alert. Anehnya, berita tersebut juga oleh pelapor diklaim merupakan milik Onrizal. 

"Saya nggak paham juga. Karena bukan saya yang buat. Dan berita itu seolah olah posting di IG saya pada  tanggal 10 Agustus 2018. Sementara saya tidak pernah posting," kata Onrizal. 

Kuasa Hukum Onrizal, Dingin Pakpahan mengaku sudah memenuhi panggilan dari Ditreskrimsus Polda Sumut terkait laporan dari Mryna. Namun, dia menyebutkan saat ini polda masih melakukan proses klarifikasi kepada kliennya.

"Masih tahap klarifikasi dan konfirmasi oleh penyidik. Ada belasan pertanyaan tadi yang disampaikan dan proses pemeriksaan sendiri hanya berlangsung satu setengah jam," ujar Dingin Pakpakhan.

Menurut Dingin, pemanggilan terhadap Onrizal terkesan terburu-buru dan dipaksakan. Apalagi Pasal 27 ayat 3 yang disangkakan kepada Onrizal menyebutkan bahwa secara khusus bahwa yang mendistribusikan agar dapat diakses oleh orang lain, mentransmisikan kepada orang lain.

"Jadi itu kan berita di media. Jika terhubung dengan pasal itu, penyidik mestinya memeriksa dulu medianya. Karena medianya yang mentransmisikan bukan Onrizal," katanya. 

Walhi menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal terus kasus yang menjerat Onrizal. "Kita yakin bahwa Pak Onrizal sendiri tidak bersalah dan memang kasus ini terkesan dipaksakan," ujar Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan. 

Dana berharap polisi untuk transparan dalam memproses kasus Onrizal. Tak hanya itu, dia juga berharap bahwa kedepan polisi juga membuka aktor-aktor dibalik pelaporan terhadap Onrizal.

"Kita berharap kasus ini bisa dibongkar dan nama baik dari Pak Onrizal bisa dipulihkan karena akibat pemanggilan ini Pak Onrizal terkesan bersalah," ucapnya. 


Editor : Kastolani Marzuki