Amankan Natal di Sumut, Penembak Jitu Disiagakan

Ahmad Husein Lubis ยท Kamis, 21 Desember 2017 - 16:11 WIB
Amankan Natal di Sumut, Penembak Jitu Disiagakan
Polda Sumatera Utara menggelar operasi lilin toba 2017 untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. (Foto: iNews/Ahmad Husein Lubis)

MADINA, iNews.id - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, pihak kepolisian bersama TNI menyiagakan pasukan penembak jitu di sejumlah titik rawan kejahatan di Sumatera Utara (Sumut). Penembak jitu tersebut difokuskan untuk mengantisipasi tindak kriminal pembegalan dan bajing loncat di Jalan Lintas Sumatera.

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Marty Sonny mengatakan, pasukan penembak jitu tersebut tidak menutup kemungkinan akan disiagakan pada sejumlah tempat seperti gereja, pusat perbelanjaan dan bank dan tempat penukaran uang (money changer). “Total ada 86 gereja yang akan kami amankan di wilayah hukum Mandailing Natal (Madina),” ujar Marty, Kamis (21/12/2017).

Selain itu, kata dia, penembak jitu akan  memonitor segala aktivitas tindak kejahatan di jalan raya. Dia mengaku akan melakukan tindakan preventif apabila ditemukan adanya ancaman teror yang mengganggu ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Tim buru sergap dan Intelkam juga disebar di lokasi rawan kriminal untuk mendeteksi dini ancaman apapun saat perayaan Natal maupun Tahun Baru,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) menerjunkan 7.740 personel untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. Seluruh personel yang tergabung dalam kegiatan Operasi Lilin Toba 2017 tersebut akan bersiaga di sejumlah titik di Sumatera Utara.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting megatakan, Operasi Lilin Toba 2017 akan digelar selama 10 hari, terhitung dari 23 Desember 2017 sampai 1 Januari 2018. “Operasi lilin guna untuk mendeteksi segala bentuk ancaman dan potensi gangguan sedini mungkin,” kata Rina.

Rina mengatakan, ribuan personel dari berbagai kesatuan di Mapolda Sumut itu, akan mengawal sejumlah tempat ibadah dan pusat perbelanjaan yang rawan ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Selain menerjunkan personel di berbagai gereja dan pusat perbelanjaan, pihaknya juga menyiapkan sekitar 103 posko pengamanan dan 32 posko pelayanan medis di sejumlah titik, yang menjadi pusat arus mudik dan balik selama perayaan Natal dan Tahun Baru.


Editor : Dony Aprian