Apa Saja Sifat-Sifat yang Harus Dihindari dalam Melakukan Kerjasama? Simak Jawabannya di Sini
JAKARTA, iNews.id - Apa saja sifat-sifat yang harus dihindari dalam melakukan kerjasama? Pertanyaan tersebut kerap terbesit dalam pikiran setiap orang yang hendak melakukan kerjasama dengan orang lain untuk mencapai sebuah keputusan atau tujuan tertentu.
Namun faktanya, banyak kerjasama yang justru berakhir dengan permusuhan sebelum mencapai tujuan yang dimaksud. Biasanya, konflik atau perseteruan antar anggota kelompok yang menjadi alasan di baliknya.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat melakukan kerjasama, maka setiap orang harus menghindari deretan sifat berikut ini.
Ketika diri sendiri merasa paling benar, maka pendapat orang lain pun jarang didengarkan. Padahal, pendapat tersebut bisa saja bermanfaat untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam kelompok.
Orang yang kerap merasa paling benar biasanya karena sering merasa eksklusif. Orang tersebut juga berpotensi untuk meremehkan orang lain.
Jika melakukan kerjasama, maka keputusan yang dibuat bertujuan untuk kebaikan kelompok. Di sinilah, kendala atau kesulitan kelompok harus benar-benar diketahui atau didengarkan agar ditemukan solusi yang dapat menguntungkan semua pihak.
Namun jika masih kekeh mempertahankan egonya sendiri, maka kelompok orang tersebut berpotensi mengarah kepada perpecahan. Dengan demikian, seseorang harus mengesampingkan egonya sendiri dalam mengambil keputusan untuk kelompok.
Tidak menghargai peran orang lain juga menjadi sifat yang harus dihindari saat melakukan kerjasama. Jika hal itu sampai terjadi, orang lain yang dimaksud dalam sebuah kelompok akan merasa diremehkan.
Kelompok pun menjadi terpecah belah dan tidak bisa menemukan keputusan terbaik. Dari sana, seseorang harus belajar menghargai dan tidak selalu merasa dirinya paling unggul dibandingkan orang lain.
Melemparkan kesalahan kepada orang lain merupakan salah satu perwujudan sifat orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Alih-alih meminta maaf dan mengevaluasi kesalahannya, orang tersebut justru selalu mencari pembenaran dengan menyalahkan orang lain.
Dalam sebuah kelompok, sifat tersebut dapat menimbulkan permusuhan. Oleh sebab itu, setiap orang harus belajar bertanggung jawab untuk setiap kesalahan yang diperbuat sebelum menjalin kerjasama dengan orang lain.
Dalam berinteraksi dengan orang lain, rasa toleran dan kerap memaafkan harus selalu dipupuk. Pasalnya, orang lain bisa saja melakukan hal yang membuat kita kecewa.
Jika terus tersulut amarah, maka solusi terbaik tidak akan pernah tercapai. Oleh sebab itu, belajarlah untuk tidak mudah tersulut amarah dan memaafkan orang lain lalu temukan solusi terbaik bersama-sama.
Editor: Komaruddin Bagja