Bacakan Pleidoi, Zuraida Hanum Menyesal dan Minta Keringanan Hukuman

Antara · Kamis, 18 Juni 2020 - 08:53 WIB
Bacakan Pleidoi, Zuraida Hanum Menyesal dan Minta Keringanan Hukuman
Terdakwa Zuraida Hanum (41) menyampaikan pleidoi (pembelaan) secara virtual pada sidang di PN Medan. (ANTARA/Munawar)

MEDAN, iNews.id - Terdakwa Zuraida Hanum (41), otak pelaku pembunuhan terhadap Jamaluddin, hakim Pengadilan Negeri Medan memohon kepada majelis hakim agar dapat meringankan hukuman terhadap dirinya. Hal itu dia sampaikan saat membacakan pleidoi secara virtual di depan Majelis Hakim Ketua Erintuah Damanik di Ruang Cakra VIII PN Medan, Rabu (17/6/2020).

"Saya berharap kepada majelis hakim dapat kiranya meringankan hukuman ini karena saya telah menyesali perbuatan yang dilakukan," ujar Zuraida.

Terdakwa mengaku tidak menyangka perbuatan pembunuhan yang dia lakukan akhirnya menjadi seperti ini.

"Saya menyesali perbuatan yang sudah telanjur dan tidak bisa diubah kembali," ujar Zuraida.

​​​​​​​Sebelumnya, terdakwa Zuraida Hanum sebagai otak pelaku pembunuhan terhadap Jamaluddin, hakim PN Medan dituntut hukuman seumur hidup oleh jaksa penuntut umum (JPU).

​​​​​​​JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan Parada Situmorang dalam tuntutannya di PN Medan, menyebutkan tidak ada yang dapat meringankan atas perbuatan terdakwa. Selain itu, tidak ada yang dapat diampuni dan dimaafkan atas perbuatan terdakwa Zuraida yang dengan tega membunuh suaminya, Jamaluddin.

Menurut jaksa, hal-hal yang memberatkan terdakwa karena telah bersikap sadis membunuh suaminya. Sementara hal-hal yang meringankan terhadap terdakwa tidak ada.

"Dalam kasus pembunuhan tersebut, terdakwa melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana," ujar Parada.

Mendengar tuntutan yang dibacakan jaksa, terdakwa yang telah lama merencanakan pembunuhan terhadap suaminya itu kelihatan sedih dan meneteskan air mata.


Editor : Donald Karouw