Banjir dan Longsor di NTT, 128 Tewas, 72 Hilang dan Ribuan Orang Mengungsi

Stepanus Purba · Selasa, 06 April 2021 - 09:40:00 WIB
Banjir dan Longsor di NTT, 128 Tewas, 72 Hilang dan Ribuan Orang Mengungsi
Sejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). (Foto: BPBD Flores Timur)

JAKARTA, iNews.id – Korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Selasa (6/4/2021) bertambah menjadi 128 orang. Sementara korban hilang terdata sebanyak 72 orang dan 8.424 jiwa terpaksa mengungsi karena kehilangan tempat tinggalnya. 

"Total warga meninggal dunia berjumlah 128 warga meninggal dunia selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, Selasa (6/4/2021). 

Dari informasi yang dihimpun, jumlah korban meninggal terbanyak tercatat di Kabupaten Lembata yakni 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor sebanyak 12 orang.  Sementara total korban hilang 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28, Flores Timur 23 dan Lembata 21 orang.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Senin (5/4/2021) pukul 23.00 WIB, sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi. Sementara korban terdampak mencapai 1.083 KK atau 2.683 warga.

"Pengungsian terbesar diidentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa (1.803 KK), Lembata 958, Rote Ndao 672 (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK), dan Flores Timur 256," ujar Raditya.

Editor : Stepanus Purba

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: