Banjir di Tebingtinggi, 2.350 Kepala Keluarga Terdampak

Stepanus Purba ยท Selasa, 17 Desember 2019 - 09:39 WIB
Banjir di Tebingtinggi, 2.350 Kepala Keluarga Terdampak
Situasi banjir akibat luapan Sungai Bahilang dan Sungai Padang di Kota Tebingtinggi, Sumut, Senin (16/12/2019). (Foto: Istimewa)

TEBINGTINGGI, iNews.id – Sedikitnya 2.350 kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Bahilang dan Sungai Pasang di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara (Sumut), Senin (16/12/2019). Sebagian warga harus mengungsi ke tempat lain karena rumahnya terendam.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebingtinggi, Wahid Sitorus mengatakan, banjir akibat luapan kedua sungai itu terjadi sejak Senin (16/12/2019) sekitar pukul 02.00 WIB. Ada empat kecamatan yang terdampak, yakni Kecamatan Tebingtinggi Kota, Padang Hulu, Bajenis, dan Rambutan.

“Jumlah korban yang terdampak banjir 2.350 kepala keluarga atau 11.361 jiwa,” kata Wahid Sitorus, Selasa (17/12/2019).

Wahid menjelaskan, angka tersebut berdasarkan laporan dari kelurahan yang terdampak banjir sampai pukul 14.00 WIB. Data itu masih bersifat sementara.

“Seperti dari Padang Hilir, baru-baru ini juga terdampak dan melanda dua kelurahan. Anggota kami masih mendata dan di lapangan masih mendistribusikan logistik makanan siap saji,” katanya.

Wahid mengatakan, petugas BPBD sudah turun ke lapangan bersama dengan Sekda Kota Tebingtnggi, Polres Tebingtinggi, relawan dari Tagana, dan Dinsos Tebingtinggi. BPBD juga telah mendirikan posko hunian sementara di setiap kelurahan. “Ada lima yang kami dirikan tenda-tenda hunian sementara dan dapur umum,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi mengungkapkan, pihaknya sudah mengevakuasi warga yang terkena dampak dari banjir. Sebagian warga sudah mengungsi ke kawasan yang lebih tinggi dan sebagian tetap bertahan di rumah. “Tidak ada korban jiwa. Situasi aman dan baik,” katanya.


Editor : Maria Christina