Beda Pilihan Politik, Oknum Tim Sukses Caleg di Medan Aniaya Tetangga

Ahmad Ridwan Nasution ยท Selasa, 05 Maret 2019 - 20:10:00 WIB
Beda Pilihan Politik, Oknum Tim Sukses Caleg di Medan Aniaya Tetangga
Kanitreskrim Polsek Patumbak, Iptu Budiman Simanjuntak menunjukkan barang bukti kasus penganiayaan yang dilakukan oknum timses caleg di Medan. (Foto: iNews.id/Ahmad Ridwan Nasution)

MEDAN, iNews.id – Oknum tim sukses salah satu caleg dan capres berinisial S di Medan, Sumatera Utara diamankan Polsek Patumbak karena diduga menganiaya tetangga. Penganiayaan diduga dilatarbelakangi beda pilihan politik antara korban dengan tersangka.

S yang digelandang ke Mapolsek Patumbak hanya bisa tertunduk malu sambil menutupi wajahnya dengan selendang putih yang dikenakannya saat kamera wartawan mengambil gambar dirinya.
S ditangkap polisi atas tuduhan menganiaya tetangganya berinisial P, warga Jalan Garu II Gang Jasa, Medan pada Senin, 25 Februari 2019 lalu.

Kanitreskrim Polsek Patumbak, Iptu Budiman Simanjuntak mengatakan, kasus penganiayaan bermula saat S memberikan jilbab kepada korban dengan tujuan agar korban serta keluarganya mendukung dan memilih salah satu caleg dan capres-cawapres pada Pemilu 17 April mendatang.

“Jilbab pemberian tersangka kemudian diterima oleh korban dengan senang hati, hingga akhirnya oknum tim sukses tersebut mengetahui kalau korban dan keluarganya sudah ada pilihan lain,” katanya, Selasa (5/3/2019).

Setelah mengetahui korban sudah memiliki pilihan lain, kata dia, tersangka meminta jilbab yang telah diberikan. “Pada saat dikembalikan itulah terjadi penganiayaan terhadap korban oleh tersangka,” ucapnya.

Menurut Budiman, kasus penganiyaan yang dilakukan tersangka terhadap korban sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Meski sudah berdamai, kasus tersebut tetap berjalan. “Tersangka dikenakan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan,” ucapnya.

Kepada penyidik, tersangka mengaku sudah meminta maaaf dengan korban yang merupakan tetangga dan saling kenal dan merasa terganggu dengan ocehan korban. “Saya sudah minta maaf. Saya dan korban tetangga, teman baik kok. Saya pukul kepala korban karena terganggu dengan ocehan-ocehan dia yang bikin kepala pusing saja,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki