Beraksi 46 Kali, Gembong Perampok Sadis Tewas Ditembak Polisi

Rudi Hermansyah ยท Rabu, 01 November 2017 - 19:24 WIB
Beraksi 46 Kali, Gembong Perampok Sadis Tewas Ditembak Polisi
Kapolres Tapsel AKBP M Iqbal Harahap memaparkan penangkapan komplotan perampok pimpinan Muhammad Hasan Harahap di RSD Bhayangkara Medan, Rabu (1/11/2017). (Foto: iNews/Rudi Hermansyah)

MEDAN, iNews.id – Gembong komplotan perampok sadis, Muhammad Hasan Harahap alias Hasan Tappul, tewas ditembak polisi karena berusaha kabur saat ditangkap di kawasan Sunggal, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Hasan dan komplotannya diduga terlibat sedikitnya dalam 46 kali perampokan.

Petugas Satuan Reskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menembak bagian dada tersangka di rumah persembunyiannya, Rabu dini hari (1/11/2017). Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan. Polisi juga menembak kaki kedua anggotanya, masing-masing AP alias Ali dan RH alias Lomo, karena berupaya melarikan diri saat penangkapan.

Kapolres Tapsel AKBP M Iqbal Harahap memaparkan, dalam penangkapan para tersangka, petugas menyita barang bukti senjata tajam yang digunakan merampok. Hasil penyidikan Polres Tapsel, dari 46 kali aksi perampokan yang diketuai tersangka Hasan Harahap, mereka menyasar truk-truk perusahaan dan warga yang melintas di jalan lintas Sumatera (Jalinsum). Komplotan ini terkenal sadis dan tega menghabisi nyawa korban.

“Komplotan ini menghentikan truk-truk perusahaan yang melintas. Mereka lalu meminta sopir menurunkan separuh muatannya. Kalau ada yang melawan, dipukuli sama mereka. Mereka itu juga nggak hanya merampok perusahaan-perusahaan di sekitar Jalinsum,” kata M Iqbal saat pemaparan di RS Bhayangkara Medan.

Salah satu korban mereka, anggota Brimob yang sedang melakukan pengamanan di sebuah perusahaan di kawasan Jalinsum. Para pelaku lebih dahulu menganiaya korban hingga kritis sebelum merampas barang berharga dan senjatanya. ”Tersangka yang tewas ini yang membacok kepala korban dari belakang,” ujar AKBP M Iqbal Harahap.

Dia menambahkan, masyarakat di wilayah Kecamatan Sosa, Kabupaten Padanglawas, sangat resah dengan aksi komplotan tersangka Muhammad Hasan Harahap alias Hasan Tapul. Masyarakat selama ini kerap melindungi mereka karena ketakutan. “Masyarakat di sana biasanya mem-backup kegiatan yang dilakukan tersangka karena takut,” kata M Iqbal.

Sebelumnya, polisi telah menangkap sejumlah anggota komplotan Hasan Harahap dan tengah menjalani proses hukum. Saat ini, polisi masih memburu delapan anak buah Hasan yakni, Usman Hasibuan, Holong Harahap, Amri Harahap, Pangondian Hasibuan, Usman Daulay, Rajab Pulungan, Herman Hasibuan, dan Yunus.

Sementara itu, tersangka Ali dan Lomo, mengaku hanya ikut-ikutan melakukan perampokan bersama Hasan Tapul.


Editor : Maria Christina