Berebut Warisan, Kakak Bunuh Adik dan Mayatnya Dibuang ke Sungai

Ahmad Husein Lubis ยท Senin, 04 Juni 2018 - 21:03 WIB
Berebut Warisan, Kakak Bunuh Adik dan Mayatnya Dibuang ke Sungai
Tersangka Tohir diamankan petugas Satreskrim Polres Mandailing Natal setelah tiga hari buron. (Foto: iNews.id)

MANDAILING NATAL, iNews.id - Warga Desa Huta Bangun, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara digemparkan dengan kasus pembunuhan. Peristiwa tragis itu menimpa Ali Usri. Korban ditemukan warga sudah tak bernyawa di sungai. Ironisnya, pelaku pembunuhan tidak lain kakak kandungnya sendiri, Tohir.

Kasus pembunuhan itu terjadi diduga karena berebut harta warisan berupa sebidang tanah. Kasus itu terungkap berkat laporan warga yang sempat melihat pertikaian kedua bersaudara itu. Usai membunuh adiknya, Tohir kabur selama beberapa hari sebelum akhirnya ditangkap polisi. Pelaku terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha kabur dari sergapan petugas.

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Irsan Sinuhaji mengatakan, kasus pembunuhan itu dipicu konflik harta warisan berupa sebidang tanah di Desa Huta Bangun. Pelaku tidak terima korban menguasai tanah warisan orang tua mereka.

Menurut Kapolres, pertikaian kakak adik ini sudah berlangsung lama dan semakin runcing saat pelaku mencabut paksa tanaman palawija milik sang adik yang ditanam di atas tanah warisan tersebut.

“Pelaku lantas menghabisi nyawa sang adik dengan sebilah parang dan senapan angina. Jasad korban lantas dibuang ke sungai dan selang tiga hari baru ditemukan warga,” katanya, Senin (4/6/2018).

Kini, Tohir harus meringkuk di sel Mapolres Mandailing Natal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara akibat perbuatannya dan dijerat Pasal 340 KUHP.


Editor : Kastolani Marzuki