Beredar Video Pria Muda Sebut Ada Pasien Virus Korona di Medan, RSUP Adam Malik: Hoaks

Stepanus Purba ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 16:41 WIB
Beredar Video Pria Muda Sebut Ada Pasien Virus Korona di Medan, RSUP Adam Malik: Hoaks
Pria dalam rekaman video viral yang menyebut ada pasien virus korona di Kota Medan. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id – Warga Medan dikejutkan dengan beredarnya video yang menyebutkan ada pasien virus korona menjalani perawatan di RSUP Haji Adam Malik. Video pendek ini viral dan beredar melalui pesan berantai Whatsapp.

Dalam video tersebut, tampak pria berkemeja hitam menggunakan masker abu-abu mengatakan, dia baru saja mendapatkan laporan terkait adanya pasien diduga terinfeksi covid-19 di RSUP Haji Adam Malik Medan. 

"Saya baru mendapat informasi dari rekan medis, penyakit korona sudah masuk ke wilayah Medan, Sumatera Utara. Tepatnya pasien dirawat di RSUP Haji Adam Malik Medan," kata pria dalam rekaman video tersebut.

Tak hanya itu, pria yang belum diketahui identitasnya juga mengimbau seluruh warga untuk menggunakan masker saat keluar rumah. Selain itu menghindari kontak fisik jika menjenguk keluarga di rumah sakit (RS) maupun ketika berada di luar rumah.

"Yang paling penting utamakan keluar rumah dengan mengingat Ketuhanan Yang Maha Esa agar kita dilindungi dari penyakit yang mencekam dan segala marabahaya," ujarnya di bagian akhir video.

Merespons video viral tersebut, RSUP Haji Adam Malik menyatakan hal tersebut sebagai hoaks. Sampai saat ini belum ada merawat pasien yang dirawat dengan indikasi terkena virus covid-19.

"RSUP Haji Adam Malik sampai saat ini belum ada merawat pasien suspect nCoV atau yang sekarang disebut Covid-19 (virus korona)," ujar Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy, Jumat (14/2/2020).

Dia mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan kabar bohong yang dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat. Soal upaya menempuh jalur hukum karena kabar hoaks tersebut, Rosario menyebut masih akan mengkaji lebih jauh.

"Saat ini RSUP H Adam Malik sedang mengkaji opsi menempuh jalur hukum dengan melihat situasi dan kondisi sejauh mana video tersebut menimbulkan keresahan di masyarakat," katanya.


Editor : Donald Karouw