BNN Ungkap Jaringan Narkoba Internasional Malaysia-Indonesia di Sumut

Aminoer Rasyid, Antara ยท Senin, 02 April 2018 - 18:28 WIB
BNN Ungkap Jaringan Narkoba Internasional Malaysia-Indonesia di Sumut
Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko,Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari, saat gelar perkara kasus narkoba jaringan internasional. (Foto: iNews/Aminoer Rasyid)

MEDAN, iNews.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia bersama petugas gabungan mengungkap jaringan narkoba Aceh-Sumut. Dari pengungkapan kasus itu tujuh tersangka diamankan, sedangkan seorang tewas ditembak lantaran berupaya melawan serta meloloskan diri.

Informasinya, pengungkapan kasus oleh tim gabungan dari BNN, BNNP Sumut, Polda Sumut, BNNP Aceh, Polrestabes Medan, Polres Langkat, dan Bea dan Cukai Langkat dari hasil penyelidikan jaringan narkoba internasional Malaysia-Indonesia. Selain menangkap tujuh tersangka, petugas gabungan juga menyita 44,7 kilogram sabu dan 58.000 butir pil ekstasi. Atas penangkapan jaringan narkoba tersebut, diklaim menyelamatkan sekitar 208.000 anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko mengatakan, penangkapan para tersangka itu di enam lokasi berbeda di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh. Petugas juga menyita kendaraan roda dua dan roda empat. Tujuh tersangka narkoba yang ditangkap, yakni berinisial KA (27), AS (19), RP (26), MK (31), ZL (40), RS (26), DS (27), sedangkan seorang lagi berinisial MT (33) tewas tertembak.

Dia menceritakan, awal penangkapan yakni sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu 28 Maret 2018. Petugas mengamankan tersangka KA (27) asal Aceh, di Jalan Raya Tanjung Pura Km 51-52 Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat,Sumut. Petugas juga menyita dua bungus barang bukti sabu seberat 1.007 gram.

"Setelah dilakukan pengembangan pada hari yang sama, petugas menemukan 15 kg sabu dan 58 ribu pil ekstasi di Perumahan Taman Angrek Jalan Flamboyan Raya Tanjung Selamat Medan," kata Winarko, Senin (2/4/2018).

Winarko mengatakan, TKP kedua yakni penangkapan pada sekitar pukul 05.30 WIB, Kamis 29 Maret 2018. Petugas meringkus dua tersangka, AS (19) dan EP (29) warga Medan, di Jalan Teuku Amir Hamzah Kota Binjai menyita sabu seberat 20,619 gram.

Selanjutnya TKP ketiga, sekitar pukul 21.00 WIB di hari yang sama, petugas membekuk tersangka MK (31) warga Aceh,di Jalan Teuku Amir Hamzah Kota Binjai, dan menyita satu unit Mobil SUV dan lima unit handphone.

TKP keempat, petugas meringkus ZL (40) asal Aceh, di Jembatan Kembar Kampung Lalang Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deliserdang dan menyita satu KTP dan satu unit heandphone. Selanjutnya TKP kelima sekitar pukul 16.40 WIB, Jumat 30 Maret 2018, petugas mengamankan dua orang tersangka MT (33) dan RS (26) di Jalan Rama Setia Merduati Lamapaseh Kota, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh.

Tim BNN Provinsi Aceh melakukan pengembangan ke Kota Lhokseumawe, namun pada saat dalam perjalanan di Jalan Soekarno-Hatta, tersangka MT melakukan perlawanan dan melarikan diri dengan cara membuka pintu mobil. Petugas BNN Provinsi Aceh akhirnya melakukan tindakan tegas terukur terhadap MT, dan tersangka tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.

Terakhir TKP keenam Tim gabungan sekira pukul 03.00 WIB, Sabtu Sabtu 31 Maret 2018. Petugas menangkap DS (27) warga Desa Biara Barat, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, dan menyita sabu seberat 7 kg.

"Atas perbuatan itu, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1), Pasal 113 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1), Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup," ujar Kepala BNN didampingi Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, ketujuh tersangka beserta barang bukti akan di bawa ke Kantor BNN Pusat untuk pengembangan lebih lanjut.


Editor : Donald Karouw