Bom Medan, Polisi Kembali Geledah Rumah Guru dan Teman Ngaji Terduga Pelaku

Stepanus Purba ยท Kamis, 14 November 2019 - 16:18 WIB
Bom Medan, Polisi Kembali Geledah Rumah Guru dan Teman Ngaji Terduga Pelaku
Petugas melakukan pengamanan di sekitar rumah warga yang diduga guru mengaji dan rekan mengaji pelaku bom Medan, di Jalan Serdang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Medan, Sumut, Kamis (14/11/2019). (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dan Polres Pelabuhan Belawan menggeledah dua rumah yang diduga milik guru dan rekan mengaji dari terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Rumah itu berada di Jalan Serdang, Blok GHL, Lingkungan VI, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan, Belawan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, polisi melakukan penggeledahan di rumah tersebut sejak Kamis (14/11/2019) pukul 15.00 WIB. Sebelumnya, tim juga sudah menggeledah kedua rumah itu, pada Rabu (13/11/2019), sekitar jam 16.00 WIB.

“Semalam jam 4 sore. Ada banyak polisi datang ke sini dan langsung menyegel rumah di Jalan Serdang ini,” kata warga yang tinggal di kawasan tersebut, Yanti (50), Kamis (14/11/2019).

Yanti mengatakan, dua rumah yang diperiksa oleh petugas di Blok GHL tersebut milik Salman dan Fahmi. Kedua pria itu sudah lama tinggal di kawasan Jalan Serdang.

Salman diketahui telah menikah dan memiliki satu anak, begitu juga Fahmi sudah punya satu anak. “Mereka asli sini. Dari orang tuanya juga sudah tinggal di sini seak dulu,” ujar Yanti.

Warga Jalan Serdang lainnya, Umi (62), mengatakan, Fahmi dan Salman dikenal tidak banyak bicara. Namun, sesekali merekas masih mau bercengkerama dengan tetangga sekitar. “Mereka itu enggak banyak bicara. Tapi mereka mau bercengkerama sewaktu berjumpa dan mau menegur,” kata Umi.

Petugas melakukan pengamanan di sekitar rumah warga yang diduga guru mengaji dan rekan mengaji pelaku bom Medan, di Jalan Serdang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Medan, Sumut, Kamis (14/11/2019). (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

Umi menambahkan, mereka berdua sudah lama ikut pengajian. Belakangan, mereka sering mengadakan pengajian di rumah hingga larut malam sehingga tetangga merasa terganggu. Apalagi beberapa hari terakhir, ada pengajian di rumah Fahmi yang digelar sampai pukul 04.00 WIB.

“Saat mereka buat pengajian, tetangga sebelah rumahnya yang berprofesi sebagai tukang jahit sempat marah karena mereka mengaji sampai pagi,” ujarnya.

Umi menjelaskan, polisi sudah mendatangi rumah yang diduga guru dan teman mengaji Dedek sejak Rabu (13/11/2019) sore. Polisi memasang garis polisi mulai dari depan rumah milik kepala lingkungan (kepling) bernama Indah.

Pasalnya, jalan masuk ke rumah Fahmi dan Salman itu berbentuk lorong. Kondisi rumah juga berdempet-dempetan. Untuk memudahkan, petugas memasang garis polisi di jalan masuk ke rumah keduanya yang berada di tengah-tengah lorong.

“Jujur, kami enggak menyangka ada tetangga yang bisa kayak gini (terlibat pelaku bom bunuh diri). Enggak nyangka kali lah pokoknya,” ujar Yanti.


Editor : Maria Christina