Cerita Pilu Pria yang Kehilangan Istri dan Anak dalam Kebakaran Pabrik Korek Gas

Stepanus Purba ยท Jumat, 21 Juni 2019 - 17:56:00 WIB
Cerita Pilu Pria yang Kehilangan Istri dan Anak dalam Kebakaran Pabrik Korek Gas
Sofian, seorang pria yang kehilangan istri dan anak perempuan dalam peristiwa kebakaran di pabrik perakitan korek gas di Langkat, Sumut. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Kenyataan pahit harus diterima Sofian, seorang pria asal Langkat, Sumatera Utara. Dia kehilangan istrinya Fitri dan anak perempuan bernama Sifah dalam peristiwa kebakaran pada bangunan rumah yang dijadikan pabrik perakitan korek api gas di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Samberejo, Kecamatan Binjai, Langkat, Jumat (21/6/2019) pukul 12.15 WIB.

Sofian mengatakan, awal kabar mengejutkan itu dia dapat dari panggilan telpon seorang rekannya. Isi pembicaraan itu menanyakan keberadaan istri dan anaknya.

“Kawan saya telpon dan bilang, orang rumah mu sudah pulang? Saya jawab pulang ke mana, kalau siang memang gak pernah pulang. Lalu dia bilang tuh pabriknya kebakaran,” ujar Sofian di RS Bhayangkara Polda Sumut, Jumat (21/6/2019).


Mendengar hal itu, Sofian mengaku bergegas ke lokasi tempat kerja istrinya. Begitu tiba, kobaran api masih menyala besar melalap bangunan bercat putih kehijauan.

“Saya langsung nekat mencoba masuk dan melihat dari jendela. Sudah habis semua, semua (jenazah) tertumpuk. Lemes saya. Saya sudah gak bisa apa-apa,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, anaknya Sifah juga berada di tempat kerja istrinya yang terbakar. Saat pulang sekolah, Sifah langsung ke tempat ibunya bekerja karena rumah dalam keadaan sepi.

“Anak saya baru mau masuk kelas lima SD. Dia ikut ke tempat mamanya setelah pulang sekolah,” katanya.

Sofian menuturkan, dia membawa kartu keluarga dan foto dari istri serta anaknya jika dibutuhkan untuk mengenali korban. Selain itu juga kerabat dari istrinya juga telah datang ke RS untuk membantu proses identifikasi.

“Saya bawa KK dan foto. Ada juga adik kandung istri saya untuk pencocokan DNA jika dibutuhkan,” tuturnya.

Diketahui, kobaran api melalap bangunan rumah yang dijadikan pabrik peracikan korek api gas sekitar pukul 12.15 WIB. Hingga saat ini, dilaporkan ada 30 korban jiwa. Ditengarai istri dan anak Sopian menjadi salah satu di antara ke-30 korban tersebut.


Editor : Donald Karouw