Demo Pelajar SMP dan SMA di Kantor DPRD Sumut, Polisi Temukan Molotov dan Benda Tajam

Said Ilham, Stepanus Purba ยท Jumat, 27 September 2019 - 17:36:00 WIB
Demo Pelajar SMP dan SMA di Kantor DPRD Sumut, Polisi Temukan Molotov dan Benda Tajam
Sejumlah pelajar yang diamankan dalam demo di Kantor DPRD Sumut, Jumat (27/9/2019). (Foto: iNews/Said Ilham)

MEDAN, iNews.id – Polisi menemukan sejumlah benda tajam seperti obeng hingga parang dan bom molotov dari pelajar yang menggelar aksi demo di Kantor DPRD Sumut, Jumat (27/9/2019) sore. Beberapa di antara mereka pun diamankan dalam aksi demo tersebut.

Awalnya, massa pelajar berunjuk rasa di halaman Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Jumat (27/9/2019) sore. Namun aksi mereka dibubarkan karena dianggap menyalahi aturan. Tak terima, para pelajar SMP dan SMA berpakaian pramuka pun melempari gedung wakil rakyat dan aparat.

Kericuhan dan aksi kejar-kejaran pun terjadi. Sejumlah pelajar yang dianggap memprovokasi diamankan. Saat diperiksa, polisi menemukan molotov terbuat dari botol minuman anggur yang berisi bahan bakar dan kain, parang hingga obeng. Barang bawaan pelajar tersebut langsung disita serta mereka yang kedapatan membawa diamankan.

“Ini yang dibawa pelajar saat demo (menunjukkan Molotov),” ujar Kasat Sabhara Polrestabes Medan AKBP Sonny Siregar sambil menunjukkan dua buah molotov.


Pantauan iNews, demo pelajar ini berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Aksi unjuk rasa ini tidak sesuai dengan aturan karena tak ada yang bertanggung jawab.

Massa pelajar awalnya menyanyikan lagu-lagu perjuangan di depan Gedung Kantor DPRD Sumut. Namun ditengarai tak jelas apa yang menjadi tuntutan mereka dalam demo tersebut.

Aparat kemudian membubarkan mereka. Namun para pelajar melawan dengan melempari petugas menggunakan botol mineral dan batu hingga terjadi kericuhan. Untuk menahan aksi anarkistis pelajar, polisi menurunkan satu unit mobil watercanon.

Petugas juga mengamankan sejumlah pelajar yang diduga memprovokasi rekan-rekannya hingga terjadi aksi kejar-kejaran.

Seorang pelajar yang mengaku bernama Heru kedapatan membawa senjata tajam jenis parang di dalam tasnya. Namun dia membantah sebagai pemiliknya. Sajam tersebut milik rekannya yang dititipkan dalam tasnya.

"Ini punya kawan aku. Aku diminta simpan di dalam tas," katanya.

Editor : Donald Karouw