Demonstrasi Mahasiswa di Medan Ricuh, Kapolda Sebut Ada DPO Terorisme Menyusup

Stepanus Purba ยท Rabu, 25 September 2019 - 10:36 WIB
Demonstrasi Mahasiswa di Medan Ricuh, Kapolda Sebut Ada DPO Terorisme Menyusup
Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan melakukan aksi unjuk rasa di depan DPRD Sumut di Medan, Selasa (24/9/2019). Aksi mahasiswa tersebut untuk menyampaikan aspirasi menolak revisi UU KPK dan RUU KUHP. (ANTARA FOTO/Septianda

MEDAN, iNews.idDemonstrasi mahasiswa di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), berlangsung ricuh, Selasa (24/9/2019). Massa melempari batu ke Gedung DPRD di Jalan Imam Bonjol sehingga polisi menembakkan gas air mata. Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, kericuhan terjadi karena demonstrasi diduga disusupi seorang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus terorisme.


Polisi berada di samping mobil dinas yang rusak saat aksi unjuk rasa mahasiswa, di Gedung DPRD Sumut, di Medan, Selasa (24/9/2019). Unjuk rasa oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas yang menolak UU KPK tersebut berakhir ricuh dan menyebabkan sedikitnya empat mobil dinas polisi rusak. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

Agus Andrianto mengatakan, hal itu diketahui setelah polisi bergerak cepat menelusuri dalang di balik demonstrasi mahasiswa yang berlangsung anarkistis di depan Gedung DPRD Sumut. Polisi menemukan ada seseorang yang menjadi DPO kasus terorisme, terlibat dalam demonstrasi. Pelakunya berinisial RSL.

“Berdasarkan penelusuran dari tim, kegiatan penyampaian pendapat dari mahasiswa tadi diduga disusupi DPO kasus terorisme berinisial RSL. Yang bersangkutan sudah ditangkap. Kemungkinan RSL akan dikirim ke Densus 88,” kata Kapolda Sumut di Medan, Selasa (24/9/2019) malam.

Agus mengimbau para mahasiswa yang menyampaikan pendapat agar benar-benar melakukannya dengan niat tulus. Para mahasiswa juga diminta mengantisipasi keterlibatan dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan seperti RSL, sehingga tidak terjadi kericuhan.

“Menyampaikan pendapat itu dijamin undang-undang. Tapi, saya minta hati-hati karena selalu ada potensi ditunggangi oleh pihak yang punya kepentingan, yang kita tidak tahu. Rawan disusupi. Makanya sampaikan pendapat dengan cara yang santun,” ujarnya.


Petugas kepolisian menghalau para mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa dengan menggunakan water canon di depan gedung DPRD Sumut, di Medan, Selasa (24/9/2019). Aksi yang diikuti mahasiswa dari berbagai kampus itu berakhir ricuh dan bentrok. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Kapolda juga menyampaikan, hingga Selasa malam, polisi telah mengamankan sekitar 53 orang diamankan dalam demonstrasi yang berujung ricuh tersebut. Mereka masih masih menjalani pemeriksaan intensif di Brimob Polda Sumut.

Dalam demonstrasi Selasa (25/9/2019), massa melempari Gedung DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol dengan batu. Petugas kepolisian yang melakukan pengamanan kemudian menembakkas gas air mata untuk memukul mundur para demonstran. Massa kemudian melempari polisi dengan batu. Polisi kembali menembakkan gas air mata sehingga massa berhamburan.

Polisi juga mengamankan sejumlah mahasiswa dari beberapa titik, di antaranya Jalan Imam Bonjol, Jalan Perdana, Jalan Kejaksaan.

Informasi dihimpun, mahasiswa yang berdemonstrasi berasal dari Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), dan Institut Teknologi Medan (ITM).


Editor : Maria Christina