Ditpolair Tangkap Kapal Pengangkut 73 Bal Pakaian Bekas asal Malaysia

Rusli HR ยท Sabtu, 18 November 2017 - 19:21:00 WIB
Ditpolair Tangkap Kapal Pengangkut 73 Bal Pakaian Bekas asal Malaysia
Dir Polair Polda Sumut Kombes Pol Sjamsul Badhar menunjukkan barang bukti pakaian bekas yang gagal diselundupkan dari Malaysia menuju Tanjungbalai, Asahan. (Foto: iNews/Rusli HR)

BELAWAN, iNews.id – Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil menggagalkan satu kapal nelayan berbendera Indonesia yang membawa 73 bal atau sekitar 14 ton pakaian bekas asal Malaysia. Petugas menyita seluruh barang bukti dan menahan tiga anak buah kapal (ABK) yang langsung dibawa ke dermaga Ditpolair Polda Sumut di Belawan.

Direktur Polair Polda Sumut Kombes Pol Sjamsul Badhar memaparkan, dari hasil pemeriksaan, pakaian bekas asal Malaysia yang diangkut KM Rezki Nelayan bertolak dari Port Klang Malaysia menuju Tanjungbalai Asahan. Namun, kapal patroli Ditpolair langsung menghentikan kapal itu di kawasan perairan Asahan.

“Ada tiga kapal patroli yang menjaga di sepanjang Pantai Asahan memergoki dan memeriksa kapal yang masuk dengan membawa 73 ball press. Kapal KM Rezki Nelayan ini dinakhodai Arifin Nasution dengan dua ABK,” kata Kombes Pol Sjamsul Badhar saat pemaparan, Sabtu (18/11/2017).

Barang selundupan yang disimpan dalam palka kapal ini sengaja masuk secara terang-terangan melalui Perairan Tanjungbalai. Namun, karena upaya petugas patroli milik Ditpolair Polda Sumut, kapal bisa diamankan sehingga barang-barang selundupan gagal beredar di pasaran di Indonesia.

Minimnya petugas patroli untuk mengantisipasi barang selundupan melalui jalur laut ini membuat angka penyelundupan terus bertambah. Barang-barang dari Malaysia tersebut sengaja dibawa untuk diselundupkan ke Indonesia melalui pelabuhan gelap di Teluk Nibung Kota Tanjungbalai.

Ditpolair Polda Sumut akan terus mengerahkan kapal patroli di perbatasan untuk menjaga kawasan Perairan Tanjungbalai yang menjadi pintu masuk penyelundupan barang-barang. “Untuk proses penyelidikan lebih lanjut, seluruh barang bukti kapal, pakaian bekas sebanyak 14 ton dan tiga anak buah kapal tersebut akan diserahkan ke Kantor Bea dan Cukai di Belawan,” kata Kombes Pol Sjamsul Badhar.


Editor : Maria Christina