Duduk Pakai Headset di Tepi Rel, Pria asal Dairi Tewas Tersambar Kereta Api di Medan

Stepanus Purba ยท Senin, 03 Februari 2020 - 13:37 WIB
Duduk Pakai Headset di Tepi Rel, Pria asal Dairi Tewas Tersambar Kereta Api di Medan
Ilustrasi mayat. (Foto: AFP)

MEDAN, iNews.id – Seorang pria yang sedang duduk sambil menggunakan headset di pinggir rel, Jalan Bersama, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), tersambar Kereta Api Medan-Binjai. Korban sempat masuk ke kolong kereta dan terseret sejauh 5 meter hingga luka parah. Pria tersebut sempat dibawa ke rumah sakit, namun akhirnya tewas.

Insiden yang terjadi pada Minggu (2/2/2020) itu sempat menggegerkan warga Jalan Bersama, Gang Sawah, Kelurahan Mulio Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Dari informasi yang berhasil dihimpun, kejadian berawal saat korban bernama Pauri Sundiro Manullang (28), tengah duduk di pinggir rel kereta.

Menurut warga, saat kejadian, warga KM 11 Silumboyah Desa Silumboyah, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi itu sedang menggunakan headset. Diduga, korban tidak mengetahui kereta api akan melintas dari hadapannya.

“Jadi saat di lokasi, korban saat itu sedang duduk-duduk dengan menggunakan headset sekitar 30 cm dari ROW (real off way),” kata personel Satlantas Polsek Sunggal Bripka P Tarigan, Senin (3/2/2020).

Kereta api kemudian melintas dan langsung menyambar tubuh korban. Korban masuk ke kolong kereta api dan terseret hingga sejauh lima meter dari lokasi awal.

Petugas kereta api yang mengetahui kejadian itu kemudian menghentikan kereta api. Petugas selanjutnya mengevakuasi korban dari kolong kereta api. Kondisi korban tampak mengenaskan karena luka parah. “Korban juga mengalami patah tulang di tangan sebelah kiri, kepala bagian sebelah kanan luka robek, dan luka di kaki sebelah kanan,” katanya.

Warga selanjutnya melarikan korban yang kritis ke Rumah Sakit (RS) Sundari Medan. Selanjutnya, korban dirujuk ke RS Bina Kasih Medan. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan karena luka parah. “Sekitar pukul 06.00 WIB pagi tadi, korban meninggal dunia,” ujarnya.


Editor : Maria Christina