Edy Rahmayadi Kumpulkan Pengusaha Sumut, Bahas Bantuan untuk UMKM di Danau Toba

Stepanus Purba · Selasa, 16 Juni 2020 - 10:22 WIB
Edy Rahmayadi Kumpulkan Pengusaha Sumut, Bahas Bantuan untuk UMKM di Danau Toba
Gubernur Edy Rahmayadi saat mengumpulkan para pengusaha di Sumut untuk membantu pelaku UMKM di Danau Toba. (Foto: Humas Pemprov Sumut)

MEDAN, iNews.id – Para pengusaha Sumatera Utara (Sumut) menyatakan siap membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam meringankan beban pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di sekitaran Danau Toba. Sejak pandemi Covid-19, mereka sangat terdampak secara ekonomi.

Gubernur Edy Rahmayadi mengatakan, ada sekitar 6.000 UMKM yang terdapat di tujuh kabupaten di sekitaran Danau Toba. Semua menggantungkan usaha dari sektor pariwisata yang saat ini sedang mengalami kelesuan akibat Covid-19.

Karena hal tersebut, Edy Rahmayadi mengumpulkan para pengusaha Sumut agar mau meringankan beban UMKM sehingga usaha mereka tetap dapat berjalan.

"UMKM di sekitaran Danau Toba ini menggantungkan pendapatan dari orang yang datang berwisata. Sekarang orang takut ke sana karena Covid-19, karena itu saya kumpulkan saudara-saudara sekalian. Apa yang bisa kita lakukan untuk UMKM di sekitaran Danau Toba ini,” kata Edy Rahmayadi, dalam pertemuan bersama para pengusaha Sumut di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (15/6/2020).

Edy Rahmayadi mengucapkan terima kasih kepada para perusahaan tersebut karena siap membantu UMKM di sekitaran Danau Toba yang terdampak secara ekonomi karena Covid-19. Namun dia meminta agar bantuan tidak dalam bentuk uang.

“Saya sangat berterima kasih kepada para pengusaha karena siap untuk membantu UMKM di sekitaran Danau Toba. Namun, kami minta bantuan itu bukan dalam bentuk uang atau bahan makanan. Kami berharap ada bantuan yang bisa membuat UMKM tersebut tetap berjalan, misalnya membantu produksi, pemasaran, pelatihan sehingga mereka mampu menjual produknya secara online dan lainnya,” kata Edy, didampingi Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Arief Sudarto Trinugroho.

Ini meruapakan pertemuan pertama Edy Rahmayadi dengan para pengusaha Sumut. Nantinya akan ada pertemuan selanjutnya untuk membahas secara teknis bantuan yang akan diberikan kepada pelaku UMKM.

"Ini masih pertemuan awal. Kami menyatukan persepsi dulu dan pertemuan selanjutnya akan membahas teknis, kemudian segera diaplikasikan,” ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Sumut Ria Novida Telaumbanua menambahkan, bantuan kepada UMKM di sekitaran Danau Toba sangat dibutuhkan saat ini. Tujuannya agar ketika pariwisata dibuka, UMKM ini masih ada sehingga orang-orang yang datang tidak kesulitan.

"Orang-orang berwisata itu tentu mencari makan, tempat menginap, oleh-oleh atau hasil bumi di daerah yang dia tuju. Bila UMKM di sekitar Danau Toba lebih cepat gulung tikar, maka wisatawan akan kesulitan. Mereka juga akan kesulitan mendapatkan kebutuhannya di sana. Jadi, kami berharap pengusaha-pengusaha mau menjadi bapak angkat dari UMKM kita di sana agar ekosistem pariwisata di Danau Toba tetap berjalan,” kata Ria.

Selama pandemi, para pengusaha di Sumut sebenarnya sudah membuat program bantuan kepada masyarakat setempat. Namun dengan dimotori Gubernur Sumut menurut Ria akan lebih terkoordinir dan terarah.

"Selama ini perusahaan-perusahaan ini telah berbuat membantu masyarakat, seperti membantu pakan ternak, pupuk organik, pelatihan, pendanaan dan lainnya. Tetapi sekarang setelah pertemuan ini bantuan tersebut akan lebih terkoordinir. Harapannya tentu bantuan ini bisa tetap membuat UMKM kita hidup,” ucapnya.

Ada 10 perusahaan yang menghadiri undangan Gubernur Sumut untuk membahas bantuan UMKM di sekitaran Danau Toba yaitu, PT Aquafarm Nusantara, PT Toba Pulp Lestari, PT Merek Indah Lestari, PT Bajradaya Sentranusa, PT Inalum, PT Sari Tani Pemuka, PT Allegrindo Nesantara, PT Dairi Prima Mineral, PT Perhotelan Surya Niagara dan PT Medco Geopower Sarulla.


Editor : Donald Karouw