Edy Rahmayadi Minta Pendapat Pakar sebelum Terapkan New Normal di Sumut

Stepanus Purba ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 14:56:00 WIB
Edy Rahmayadi Minta Pendapat Pakar sebelum Terapkan New Normal di Sumut
Gubernur Edy Rahmayadi saat seminar online Sumut menghadapi new normal di Pendopo Rumah Dinas Gubernur. (Foto: Humas Pemprov Sumut)

MEDAN, iNews.id - Gubernur Edy Rahmayadi tidak ingin terburu-buru dalam penerapan new normal. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terlebih dahulu menyerap aspirasi dan saran dari para pakar agar penerapannya nanti dapat menekan penyebaran Covid-19.

Hal ini disampaikan Edy Rahmayadi pada 'Seminar Online Sumut Menghadapi New Normal' yang diikuti ratusan peserta di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (2/6/2020).

"Hari ini saya bertemu dengan para pakar. Setelah ini baru kami diskusikan dengan wali kota dan bupati se-Sumut. Lalu nanti kami pilah dan pilih mana yang bisa diterapkan. Sebab di Sumut ini ada 33 kabupaten/kota yang berbeda-beda kondisinya,” ujar Edy.

Langkah-langkah yang akan diambil harus sesuai dengan Keppres Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Covid-19 Sebagai Bencana Nasional.

"Tak boleh kami menunggu Covid-19 selesai baru kita menggeliat. Masalahnya kita tidak tahu kapan ini berakhir. Untuk itu harus kita evaluasi langkah-langkah yang harus kita lakukan sesuai Keppres Nomor 12 Tahun 2020,” katanya.

Edy menerapkan prinsip kehati-hatian dalam bertindak. Selama masa transisi, menurutnya waktu untuk mengkaji, menyusun kebijakan, melakukan sosialisasi dan edukasi untuk menyiapkan masyarakat menyambut new normal.

Di bidang pendidikan misalnya, pelaksanaan new normal dilakukan dengan berbagai syarat. Di antaranya dilaksanakan rapid test untuk seluruh guru dan pegawai sekolah, sterilisasi dengan disinfektan secara periodik terhadap ruang kelas, ruang guru, ruang fungsional termasuk kantin, pengadaan masker seluruh sekolah, penyediaan temperatur check, sarana cuci tangan, hand sanitizer, pengaturan tempat duduk, pengaturan jam belajar mengajar dan pembatasan jumlah murid/siswa.

Edy Rahmayadi mengatakan, bila tidak memenuhi syarat-syarat dimaksud, maka akan menunda aktivitas new normal di bidang pendidikan.

“Jika belum bisa, jangan kita masukkan dulu anak-anak kita. Saya yang tanggung jawab,” ujarnya.

Editor : Donald Karouw