Kampanye Pilgub Sumut

Edy Rahmayadi: Perekonomian Rakyat Kuat, Sumut Pasti Bermartabat

Stepanus Purba ยท Kamis, 12 April 2018 - 17:23 WIB
Edy Rahmayadi: Perekonomian Rakyat Kuat, Sumut Pasti Bermartabat
Calon Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, saat mengunjungi Pasar Kartini di Jalan Cokroaminoto, Kisaran, Kabupaten Asahan, Kamis (12/04/2018). (Foto: Istimewa)

ASAHAN, iNews.id - Untuk mewujudkan Provinsi Sumatera Utara yang bermartabat, maka persoalan kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas. Oleh karenanya pemerintah harus menyediakan prasarana dan sarana untuk mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, usai mengunjungi Pasar Kartini di Jalan Cokro Aminoto dan Pasar Bakti di Jalan Bakti, Kisaran, Kabupaten Asahan, Kamis (12/04/2018).

"Untuk mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, salah satu alternatifnya adalah pemerintah harus serius memperhatikan ekonomi berbasis kerakyatan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi," ujar Edy.

Dikatakan Edy, ekonomi kerakyatan merupakan sistem perekonomian yang dibangun dengan kekuatan dari ekonomi rakyat. Ekonomi kerakyatan juga memberikan kesempatan kepada rakyat untuk turut berpartisipasi. Akan tetapi, sayangnya spirit ekonomi kerakyatan ini tidak ditunjang dengan fasilitas dan pengelolaan yang baik. Itu dibuktikan dengan masih carut marutnya Pasar Tradisional yang ada di kabupaten/kota di Sumut.

Pasar tradisional, lanjut Edy, menjadi sebuah hal yang penting dalam isu ekonomi kerakyatan. Di mana di pasar tradisional dapat dilihat masyarakat masih bertumpu untuk mencari pendapatan. Dalam hal ini pemerintah daerah bertanggung jawab penuh dalam memberikan fasilitas yang memadai, untuk kepentingan rakyat sebagai pelaku usaha di pasar tradisional.

"Oleh karenya pemerintah daerah wajib meningkatkan kualitas dan sarana pasar tradisional, UMKM, serta pelaku-pelaku usaha yang ada di dalamnya," kata Edy lagi.

Dipaparkan Edy, sejak dirinya meninjau ke sejumlah pasar di kabupaten/kota, dirinya merasa prihatin terhadap lingkungan pasar yang terlihat kumuh. Seperti halnya kedua pasar yang dikunjungi di Kota Kisaran. Lingkungan pasar yang kumuh, tentu akan membuat sebagian masyarakat enggan untuk berbelanja. Kondisi ini diperparah lagi dengan kondisi drainase buruk yang menyebabkan genangan limbah, serta mengeluarkan aroma yang tak sedap.

"Seharusnya tidak sulit membenahi ini jika pemerintah, pihak swasta dan pelaku usaha bisa bersinerji sehingga tercipta kondisi pasar yang bersih dan nyaman," tutur Edy.

Sama seperti saat mengunjungi sejumlah pasar tradisional di kabupaten/kota lainnya, kehadiran Edy Rahmayadi dan istri, Nawal Lubis mendapat perhatian masyarakat sekitar. Selain ingin berjabat tangan, mereka juga antusias untuk berfoto.

Momentum tersebut langsung dimanfaatkan Edy untuk bersilaturahmi sekaligus mendengar masukan dari masyarakat dan pedagang.  "Selain silaturahmi saya juga ingin melihat kondisi harga-harga kebutuhan pokok. Saya berharap pemerintah dapat melakukan pengawasan sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok jelang hari besar seperti saat Ramadhan dan Lebaran seperti sekarang ini. Karena itu akan berpengaruh terhadap harga-harga kebutuhan pokok kita, " ujarnya.


Editor : Himas Puspito Putra