Edy Rahmayadi: Perketat Aturan Pencegahan Covid-19 di Mal dan Tempat Umum

Stepanus Purba ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 15:19 WIB
Edy Rahmayadi: Perketat Aturan Pencegahan Covid-19 di Mal dan Tempat Umum
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumut, Aris Yudhariansyah. (Foto: Dok.Humas Pemprov Sumut)

MEDAN, iNews.id - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi kepatuhan warga yang menjalankan protokol kesehatan secara disiplin sesuai imbauan pemerintah di masa pandemi corona. Namun khusus untuk tempat yang kerap melibatkan banyak orang, pengelola diminta menyiapkan aturan ketat pencegahan Covid-19.

Ketua GTPP Covid-19 Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan aturan mengenai protokol kesehatan bagi masyarakat yang berkumpul di tempat umum. Di antaranya pasar modern, pertokoan dan sejenisnya yang tertuang dalam Kepmenkes Nomor 382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum yang dikeluarkan pada 19 Juni 2020.

Beberapa informasi penting bagi pengelola maupun pengunjung pusat perbelanjaan yakni, pertama membatasi tingkat kunjungan dan memeriksa suhu tubuh di semua pintu masuk. Jika ditemukan pekerja atau pengunjung dengan suhu di atas 37,3 derajat celcius maka tidak diperkenankan masuk.

“Jika pengunjung tidak memakai masker juga tidak diperbolehkan masuk. Petugas pemeriksa suhu menggunakan masker dan pelindung wajah. Selain itu selama bertugas harus didampingi petugas keamanan,” ujar Edy Rahmayadi sebagaimana disampaikan Juru bicara GTTP Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, Rabu (24/6/2020).

Aturan kedua yakni membatasi jumlah pengunjung yang masuk dan pedagang yang beroperasi. Kemudian mengatur jarak etalase serta jam operasional, serta jam buka dan tutup mal. Ketiga, mengatur jarak saat mengantre dengan memberi penanda di lantai, minimal satu meter seperti di pintu masuk kasir, lift, ekskalator. Selain itu membatasi jumlah orang yang masuk ke dalam lift dengan membuat tanda pada lantai.

"Hal ini juga harus dilakukan pengaturan jarak minimal satu meter di tangga dan juga eskalator,” ucapnya.

Keempat, pengatur moda transportasi agar mencegah terjadinya kerumunan dan mengoptimalkan ruang terbuka agar tidak terjadi kerumunan. Pengelola juga diminta memberikan informasi tentang larangan masuk bagi pekerja dan pengunjung yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan atau sesak napas serta punya riwayat kontak dengan orang yang terkena Covid-19.

Selanjutnya, pembersihan dan desinfeksi secara berkala harus dilakukan di mal atau pusat perbelanjaan tersebut setiap harinya. Pembersihan diutamakan pada area atau peralatan yang digunakan bersama seperti pegangan pintu dan tangga, tombol lift, pintu toilet dan fasilitas umum lainnya, serta terakhir sosialisasi kepada seluruh pekerja dan pengunjung tentang pencegahan penularan Covid-19 harus digencarkan. Hal itu dapat dilakukan dengan dipasang spanduk, poster, banner melalui whatsapp, pengumuman melalui pengeras suara dan lain sebagainya.

Protokol kesehatan ini diterbitkan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 untuk memfasilitasi masyarakat dalam beraktivitas kembali di situasi pandemi Covid-19. Mulai beradaptasi pada kebiasaan baru, yakni kebiasaan yang lebih sehat, bersih dan bermanfaat.

Terkait perkembangan Covid-19 di Sumut, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 199 orang, kemudian angka positif Covid-19 sebanyak 1.287 orang, 80 meninggal dunia 80 dan 273 sembuh per Rabu (24/6/2020).

“Kita sudah cukup lama menghadapi ini. Kami melihat sudah cukup banyak yang mematuhi dan kami berterima kasih. Namun sekarang langkah kita yaitu bagaimana mengingatkan orang lain, ingatkan dengan cara yang baik sehingga melindungi diri, menjalankan protokol kesehatan, bukan semata-mata karena tekanan dari aturan tetapi karena memang kita tidak ingin sakit,” katanya.


Editor : Donald Karouw