Ekonomi Pematangsiantar dan Simalungun Berpeluang Tumbuh di Tengah Gejolak

Stepanus Purba · Jumat, 28 Februari 2020 - 03:30 WIB
Ekonomi Pematangsiantar dan Simalungun Berpeluang Tumbuh di Tengah Gejolak
Seminar bertema “Peluang dan Tantangan Ekonomi di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun Tahun 2020” yang digelar Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar dan ISEI Cabang Siantar-Simalungun, Sumut, Rabu (26/2/2020). (Foto: iNews.id/BI)

Sisto mengatakan, secara keseluruhan tahun 2019, inflasi Sumut tercatat terjaga di 2,33% (yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 sebesar 1,23% (yoy). Inflasi keseluruhan tahun disebabkan oleh peningkatan harga cabai merah dan emas perhiasan.

“Meski demikian, inflasi Provinsi Sumut terjaga dan berada di bawah rentang sasaran nasional, yaitu 3,5±1% (yoy) dan pada prakiraan tahun 2020 berada di sasaran nasional 3±1% (yoy),” katanya.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai stakeholder daerah. Dari seminar yang juga dihadiri narasumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumut diwakili oleh Sujatmiko dan Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Murbanto Sinaga dan Renny Maisyarah, disimpulkan masih ada peluang bagi Pematangsiantar dan Simalungun di tengah berbagai tantangan yang ada.

Beberapa catatan yang disampaikan BI dalam seminar ini di antaranya, stakeholder perlu memberikan penekanan peningkatan kontribusi sektor perekonomian utama di daerah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Sektor pertanian dan perkebunan, industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, dan konstruksi sebagai penyumbang 72% pertumbungan ekonomi di Sumut dapat menjadi prioritas pembangunan di Pematangsiantar dan Simalungun.

Selain itu, posisi geografis Kota Pematangsiantar sebagai gerbang ke arah kawasan Pantai Barat dan KSPN Danau Toba sangat strategis dalam menunjang terciptanya titik tumbuh ekonomi serta distribusi barang dan jasa. Dengan terhubungnya Kota Medan – Pematangsiantar menuju Kota Parapat pada akhir tahun 2020, Kota Pematangsiantar sebagai pintu gerbang menuju kawasan wisata Danau Toba dapat berfungsi sebagai kota jasa perhotelan, jasa kuliner bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Toba.

Ekonomi Provinsi Sumut yang berbasiskan sumber daya alam dan hasil pertanian serta didukung oleh industri pengolahan dan pengembangan sektor pariwisata cukup potensial untuk menjadi motor penggerak perekonomian ke depan. Peningkatan perdagangan internasional masih bisa ditingkatkan, khususnya dengan negara yang sudah memiliki perjanjian Free Trade Area dengan Indonesia.

Selain itu, perlu kerja sama dan dukungan dari berbagai stakeholder di daerah untuk dapat turut serta memajukan Pematangsiantar dan Simalungun. Kerja sama dalam terutama dalam upaya mengembangkan UMKM di daerah.


Editor : Maria Christina