Ekonomi Pematangsiantar dan Simalungun Berpeluang Tumbuh di Tengah Gejolak

Stepanus Purba · Jumat, 28 Februari 2020 - 03:30 WIB
Ekonomi Pematangsiantar dan Simalungun Berpeluang Tumbuh di Tengah Gejolak
Seminar bertema “Peluang dan Tantangan Ekonomi di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun Tahun 2020” yang digelar Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar dan ISEI Cabang Siantar-Simalungun, Sumut, Rabu (26/2/2020). (Foto: iNews.id/BI)

PEMATANGSIANTAR, iNews.id – Pertumbuhan perekonomian di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun masih berpeluang meningkat di tengah gejolak ekonomi global dan domestik. Salah satunya dampak dari merebaknya virus korona di China yang meluas ke berbagai negara.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar Edhi Rahmanto mengatakan, pemulihan ekonomi kondisi ekonomi global pada awal tahun 2020 tertahan setelah Corona Virus Disease (Covid) atau virus korona merebak di China pada akhir Januari 2020 dan turut meluas ke berbagai negara.

Namun, di tengah gejolak ekonomi global dan domestik, masih terdapat peluang dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Peluang itu antara lain dengan optimalisasi pemanfaatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun.

Kemudian, pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat dan pembangunan Kawasan Industri Kuala Tanjung.

“Selain itu, lewat pengembangan Kawasan Strategis Prioritas Nasional (KSPN) Danau Toba,” kata Edhi Rahmanto pada seminar yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Siantar-Simalungun bertema “Peluang dan Tantangan Ekonomi di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun Tahun 2020”, Rabu (26/2/2020).

Sementara Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Noor juga optimistis Kota Pematangsiantar memiliki potensi untuk mengembangkan perekonomian. Salah satunya karena lokasi kota ini berdekatan dengan Proyek Strategis Nasional (JTTS) yang akan menghubungkan Kota Pematangsiantar menuju Parapat.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat dalam pemaparannya mengungkapkan, secara spasial, perekonomian Provinsi Sumut tahun 2019 tumbuh 5,22% (year on year/yoy), lebih tinggi dari tahun sebelumnya 5,18% (yoy). Realisasi ini juga lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2019 sebesar 5,02% (yoy) dan wilayah Sumatera sebesar 4,57% (yoy).

Sisto mengatakan, secara keseluruhan tahun 2019, inflasi Sumut tercatat terjaga di 2,33% (yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 sebesar 1,23% (yoy). Inflasi keseluruhan tahun disebabkan oleh peningkatan harga cabai merah dan emas perhiasan.

“Meski demikian, inflasi Provinsi Sumut terjaga dan berada di bawah rentang sasaran nasional, yaitu 3,5±1% (yoy) dan pada prakiraan tahun 2020 berada di sasaran nasional 3±1% (yoy),” katanya.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai stakeholder daerah. Dari seminar yang juga dihadiri narasumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumut diwakili oleh Sujatmiko dan Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Murbanto Sinaga dan Renny Maisyarah, disimpulkan masih ada peluang bagi Pematangsiantar dan Simalungun di tengah berbagai tantangan yang ada.

Beberapa catatan yang disampaikan BI dalam seminar ini di antaranya, stakeholder perlu memberikan penekanan peningkatan kontribusi sektor perekonomian utama di daerah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Sektor pertanian dan perkebunan, industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, dan konstruksi sebagai penyumbang 72% pertumbungan ekonomi di Sumut dapat menjadi prioritas pembangunan di Pematangsiantar dan Simalungun.

Selain itu, posisi geografis Kota Pematangsiantar sebagai gerbang ke arah kawasan Pantai Barat dan KSPN Danau Toba sangat strategis dalam menunjang terciptanya titik tumbuh ekonomi serta distribusi barang dan jasa. Dengan terhubungnya Kota Medan – Pematangsiantar menuju Kota Parapat pada akhir tahun 2020, Kota Pematangsiantar sebagai pintu gerbang menuju kawasan wisata Danau Toba dapat berfungsi sebagai kota jasa perhotelan, jasa kuliner bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Toba.

Ekonomi Provinsi Sumut yang berbasiskan sumber daya alam dan hasil pertanian serta didukung oleh industri pengolahan dan pengembangan sektor pariwisata cukup potensial untuk menjadi motor penggerak perekonomian ke depan. Peningkatan perdagangan internasional masih bisa ditingkatkan, khususnya dengan negara yang sudah memiliki perjanjian Free Trade Area dengan Indonesia.

Selain itu, perlu kerja sama dan dukungan dari berbagai stakeholder di daerah untuk dapat turut serta memajukan Pematangsiantar dan Simalungun. Kerja sama dalam terutama dalam upaya mengembangkan UMKM di daerah.


Editor : Maria Christina