Eks Striker Timnas Indonesia asal Medan Divonis 1 Tahun Penjara

Stepanus Purba ยท Rabu, 15 Agustus 2018 - 10:29 WIB
Eks Striker Timnas Indonesia asal Medan Divonis 1 Tahun Penjara
Terdakwa Andika Yudhistira Lubis saat mendengarkan sidang putusan kasus hukum yang menderanya. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

Medan, iNews.id – Kasus hukum mendera eks striker Timnas Indonesia Andika Yudhistira Lubis. Dia divonis hukuman satu tahun penjara atas kasus dugaan penganiayaan dan percobaan pemerkosaan terhadap wanita berinisial ABS (26).

Ketua Majelis Hakim Deson Tugatorop menjatuhkan pidana kurungan satu tahun kepada terdakwa. "Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 1 tahun," kata Deson, dalam sidangan putusan di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (14/8/2018).

Majelis hakim berpendapat, perbuatan yang dilakukan terdakwa terbukti melanggar Pasal 289 KUHPidana tengang Pencabulan. "Hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya dan telah berdamai dengan korban," ujarnya.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa masih pikir-pikir. Begitu pun dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan. Sebelumnya JPU menuntut terdakwa Andika selama 2 tahun penjara. "Kami akan melaporkan putusan ini dulu ke pimpinan. Setelah itu baru kami bersikap," kata Randi.

Diketahui, mantan pemain Timnas Indonesia Andika Yudhistira Lubis diringkus polisi karena telah menganiaya dan mencoba memperkosa seorang gadis berinisial ABS. Pesepakbola berusia 31 tahun ini ditangkap saat melatih di BSD Pantai Rambung, Kecamatan Mariendal, Kabupaten Deliserdang pada Minggu (23/3/2018).

Berdasarkan hasil penyelidikan, korban ABS nyaris diperkosa Andika saat keduanya bertemu usai berkenalan sepekan sebelumnya, Sabtu (17/3/2018). Mantan striker Timnas Indonesia di SEA Games 2009 itu mencoba memperkosa ABS di dalam mobil Toyota Avanza yang dikemudikannya. Tapi, Andika gagal memperkosa ABS lantaran korban berupaya mempertahankan diri.

Di situ terdakwa memukuli ABS hingga tak sadarkan diri. Dia kemudian membuang korban di tepi Jalan Seksama Medan.


Editor : Donald Karouw