Pernah Dilarang Gereja, Ini Dia Deretan Fakta Menarik Pohon Natal
JAKARTA, iNews.id - Fakta menarik tentang pohon Natal banyak yang belum diketahui masyarakat. Selain tukar kado, Natal juga kerap diwarnai kehadiran sebuah pohon yang dilengkapi hiasan.
Pohon Natal merupakan satu hal yang selalu ada di momen ini. Namun tahukah kamu mengenai fakta-fakta menarik pohon Natal?

Di awal kemunculannya, pohon Natal yang dilambangkan dengan cemara ini justru dilarang karena dianggap tidak ada hubungannya dengan perayaan Natal. Bahkan sempat seorang pengkhotbah dari gereja Katedral Strasbourg, Johann Conrad Dannhauer pernah mengkritik pohon tersebut pada tahun dengan menyebutnya sebagai "mainan anak-anak".
Kritikan tersebut tidak didengar, sehingga gereja memutuskan untuk mengalah. Bahkan pohon cemara yang dihias sebagai salah satu tradisi Natal semakin bertambah.
Tahukah kamu jika penampilan pohon Natal dulu dan sekarang sangat berbeda. Selain hanya didekorasi dengan bunga kertas, dulunya pohon Natal juga dipasang secara terbalik.
Memasang pohon Natal secara terbalik nyatanya sangat populer pada abad 17 hingga 18. Saat itu, alih-alih memasangnya dengan benar, keluarga di Jerman justru memasang pohon ini secara terbalik dengan daun dan ranting di bagian bawah dan akar pohon di atas.

Pada tahun 1800 pohon Natal semakin populer di negara-negara Eropa dan Amerika. Hal ini bermula ketika Sarah Josepha Hale, seorang editor buku membuat ilustrasi Ratu Victoria dari Inggris dan suaminya Pangeran Albet dengan pohon Natal sebagai latar belakang pada tahun 1850.
Salah satu majalah Amerika kemudian setuju untuk menerbitkan ilustrasi tersebut dan menjadi viral di mana-mana.
Bukan hanya pohon yang dipasang terbalik, hadiah Natal pun pernah disimpan di atas pohon. Jadi setelah masuk ke Amerika, orang-orang menyimpan kado Natal di atas pohon dengan cara menggantungnya di ranting. Sehingga untuk mendapatkannya anak-anak perlu memetiknya.

Sama seperti Negara-negara lain, Ukraina juga menghias pohon Natalnya. Sangat unik, di Ukraina pohon Natal dihias dengan jaring dan laba-laba perak.
Tentu saja jaring dan laba-laba yang digunakan bukanlah sungguhan melainkan dekorasi Natal yang dibentuk. Dekorasi jaring ini sendiri terinspirasi dari cerita rakyat Ukraina di mana seorang janda miskin merasa sedih karena tidak memiliki uang untuk menghias pohon Natal untuk anak-anaknya.
Tangisan janda miskin ini didengar oleh seekor laba-laba. Ketika perempuan itu tidur, laba-laba mengeluarkan jaring emasnya dan menghias pohon Natal menjadi sangat indah.

Selain terkenal sebagai penemu lampu bohlam, Thomas Alva Edison juga dikenal sebagai orang yang berpengaruh dalam mempopulerkan penggunaan lampu pada pohon Natal. Penemu itu sangat senang memenuhi ruangan kantornya dengan hiasan lampu.
Melihat hal itu, rekan kerja Thomas Alva Edison mempunyai ide untuk memasangkan lampu warna merah, putih, dan biru pada pohon Natal agar terlihat lebih indah. Sejak saat itu lah, penggunaan lampu pada pohon Natal mulai populer hingga sekarang ini.
Editor: Nani Suherni