Gubernur Edy Rahmayadi Minta Bentuk Tim Percepat Penanganan Banjir Bandang Tapteng

Stepanus Purba ยท Jumat, 31 Januari 2020 - 23:30:00 WIB
Gubernur Edy Rahmayadi Minta Bentuk Tim Percepat Penanganan Banjir Bandang Tapteng
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat membahas penanganan pascabanjir bandang Tapteng di Mess Pemprov Sumut di Barus, Kamis (30/1/2020) malam. (Foto: iNews/Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut)

BARUS, iNews.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menginstruksikan pembentukan tim untuk mempercepat penanganan dampak banjir bandang yang melanda Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (28/1/2020) malam. Tim ini sekaligus membahas langkah untuk mengantisipasi bencana serupa di masa mendatang.

Tim Penanggulangan Banjir tersebut melibatkan berbagai pihak terkait lintas sektoral, mulai dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, Polres, hingga Kodim 0211 Tapteng, bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

“Tim bertugas menyelesaikan berbagai persoalan banjir dalam jangka pendek dan jangka panjang,” kata Edy Rahmayadi saat memimpin rapat koordinasi penanganan pascabanjir bandang, Kamis (30/1/2020) malam, di Mess Pemprov Sumut di Barus.

Hadir dalam rapat tersebut, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, Kapolres Tapteng Sukamat, Dandim 0211 Tapteng Dadang Alex, OPD Pemprov Sumut dan Pemkab Tapteng serta pihak terkait lainnya.

Untuk penanganan banjir bandang jangka panjang, Gubernur menginstruksikan tim nantinya segera membuat rencana aksi sehingga banjir tidak terulang kembali.

“Bentuk tim, cari tahu kenapa banjir ini, nanti rapat. Kan sudah bertahun-tahun banjirnya. Jika tidak dicari tahu banjirnya datang lagi nanti, rakyat juga yang susah," kata Gubernur.

Sementara itu untuk jangka pendek, tim harus menyelesaikan berbagai persoalan dampak banjir bandang yang baru saja terjadi. Tim harus segera menangani dampak tersebut di antaranya kondisi rumah masyarakat dan berbagai fasilitas umum yang rusak.

“Saya minta tolong, nanti direncanakan dengan waktu sesingkat-singkatnya. Jika rumah orang ini hancurm harus dipikirkan bagaimana sementara itu,” kata Edy Rahmayadi.

Selain itu, pendidikan juga menjadi prioritas yang harus diselesaikan. Edy menginginkan agar sekolah yang masih terendam lumpur hingga peralatan sekolah yang rusak dan hilang, harus segera ditangani.

“Pendidikan ini juga prioritas kita karena masa depan bangsa, masa depan Sumut, bergantung pada pendidikan. Tidak bisa anak-anak ini berlama-lama dibiarkan tidak sekolah. Jika pendidikan tak berjalan, gelap kita. Kemudian pastikan kesehatannya juga,” kata Gubernur.

Menyikapi permintaan itu, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani mengatakan siap membentuk tim sesuai instruksi Gubernur Sumut. Salah satunya dampak banjir terhadap pendidikan dan tanggul Sungai Aek Sirahar yang rusak.

“Saat ini kami membutuhkan peralatan sekolah yang terendam banjir. Kami meminta bantuan Pemerintah Provinsi untuk itu,” ujar Bakhtiar.


Editor : Maria Christina