Gubernur Sumut Tegaskan Tidak Akan Musnahkan Babi Ternak

iNews · Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:16 WIB
Gubernur Sumut Tegaskan Tidak Akan Musnahkan Babi Ternak
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap (Dok Pemprov Azhar)

MEDAN, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menegaskan tidak akan melakukan pemusnahan babi untuk menghentikan virus African Swine Fever (ASF). Virus ASF sendiri sudah mewabah di 18 kabupaten dan kota di Sumut.

"Pemusnahan babi tidak akan dilakukan karena bertentangan dengan beberapa peraturan dan mempertimbangkan perekonomian," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap di Medan, Sabtu (18/1/2020).

Pernyataan Azhar untuk menanggapi munculnya gerakan #savebabi di media sosial yang menuduh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memiliki rencana untuk melakukan pemusnahan massal  stamping out babi.

Menurutnya, stamping out bertentangan dengan peraturan yang ada di Indonesia. Stamping out boleh dilakukan bila hewan ternak terjangkit penyakit zoonosis, sedangkan ASF tidak tergolong zoonosis.

"Tidak ada pernyataan Gubernur Sumut berencana melakukan pemusnahan babi atau stamping out, itu hanya omongan orang tidak bertanggung jawab dan membuat masyarakat Sumut resah," imbuhnya.

Azhar menambahkan, tidak dilakukannya pemusnahan babi mengacu pada adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2012 tentang Kesejahteraan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan.

BACA JUGA: Cegah Demam Babi Afrika Merebak, Mentan Isolasi Daerah Terjangkit

Pemusnahan ternak babi juga melanggar prinsip Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (Office International des Epizooties/OIE).

"Pemprov Sumut juga menyadari bahwa pemusnahan merugikan masyarakat peternak babi di Sumut," kata dia.

Azhar mengatakan, peternak babi tidak perlu resah dengan kabar hoaks pemusnahan babi tersebut. Pasalnya, Gubernur Edy tidak mengeluarkan pernyataan untuk memusnahkan babi di Sumut.

Meski sampai saat ini belum ditemukan obat virus ASF, kata Azhar, Pemprov Sumut melalui Tim Unit Reaksi Cepat terus melakukan berbagai langkah pencegahan penyebaran.

Mulai dengan melakukan pembersihan dan penyemprotan kandang babi untuk menekan meluasnya virus ASF. Kemudian melakukan pengetatan lalu lintas babi antardesa, kecamatan, kabupaten atau kota dan provinsi.

"Langkah-langkah penanganan itu berhasil mencegah kematian babi yang lebih banyak akibat virus ASF," katanya.

Untuk diketahui, hingga saat ini, jumlah babi yang mati karena virus ASF di Sumut sekitar 39.000 - 42.000 ekor.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto