Gunung Sinabung Erupsi, Berastagi, Dolat Raya dan Merdeka Terdampak Abu Vulkanik

Stepanus Purba ยท Sabtu, 08 Agustus 2020 - 15:45 WIB
Gunung Sinabung Erupsi, Berastagi, Dolat Raya dan Merdeka Terdampak Abu Vulkanik
Pascaerupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, tiga kecamatan terdampak abu vulkanik, Sabtu (8/8/2020). (Foto: iNews/BNPB)

JAKARTA, iNews.id – Tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), terdampak abu vulkanik Gunung Sinabung yang erupsi, Sabtu (8/8/2020) pagi tadi, sekitar pukul 01.58 WIB. Ketiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Berastagi, Dolat Rakyat dan Merdeka.

Gunung dengan ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini mengalami erupsi sekitar pukul 01.58 WIB. Tinggi kolom erupsi sekitar 2.000 meter di atas puncak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, tidak ada korban saat proses evakuasi warga. BPBD setempat juga menginformasikan saat terjadi erupsi, cuaca gerimis sehingga abu tidak mengganggu aktivitas warga.

"Selain itu, BPBD melakukan penyemprotan abu vulkanik di jalan raya sekitar Berastagi," kata Raditya Dika dalam siaran persnya, Sabtu (8/8/2020).

Pantauan saat erupsi, arah angin menuju ke arah timur. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada 8 Agustus 2020, gempa terekam satu kali, yakni gempa letusan dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi kurang lebih 1 jam 44 detik.

"Masih dari pantauan dari PVMBG pada hari sebelumnya, jumlah dan jenis gempa yang terekam pada 1 Juli hingga 7 Agustus 2020, sekitar pukul 24.00 WIB, didominasi gempa embusan, tektonik lokal dan gempa tektonik jauh," katanya.

Raditya mengatakan, Gunung Sinabung berstatus level III atau Siaga sejak 20 Mei 2019. Gunung yang dikenal tidak aktif ini mengalami erupsi sejak 2010 lalu.

Dikutip dari laman PVMBG, erupsi yang terjadi bersifat freatik dan tidak didahului oleh kenaikan gempa-gempa vulkanik yang signifikan. Ini menandakan tidak ada suplai magma ke permukaan.

"Erupsi yang terjadi pada 8 Agustus 2020 lebih diakibatkan oleh overpressure dan aktivitas permukaan," ujarnya.

Di sisi lain, erupsi hanya berlangsung singkat dan tidak diikuti kenaikan kegempaan dan perubahan visual yang mengarah pada rangkaian erupsi yang lebih besar. Namun, PVMBG menginformasikan sifat dan karakter erupsi Gunung Sinabung bisa berpotensi erupsi eksplosif dan diikuti dengan adanya awan panas letusa.

PVMBG merekomendasikan pada status level III ini bahwa masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi. Begitu juga di lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung. "Di samping itu, radius sektoral 5 km di wilayah sektor selatan-timur dan 4 km sektor timur-utara," ujar Raditya Jati.


Editor : Maria Christina