Hakim Tolak Eksepsi Kompol Fahrizal, Polisi Penembak Adik Ipar

Stepanus Purba ยท Senin, 22 Oktober 2018 - 16:32:00 WIB
Hakim Tolak Eksepsi Kompol Fahrizal, Polisi Penembak Adik Ipar
Suasana Persidangan Kompol Fachrizal di Pengadilan Negeri Medan, Senin (22/10/2018). (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Eksepsi (nota keberatan) yang diajukan oleh Kompol Fachrizal berakhir buntu. Pasalnya, majelis hakim yang diketuai Deson Togatorop menolak seluruh eksepsi mantan Wakapolres Lombok Tengah itu.
Dalam putusan selanya, majelis hakim berpendapat kasus pembunuhan adik ipar yang dilakukan mantan Kasat Reskrim Polresta Medan itu tetap dilanjutkan.  

"Mengadili, menolak seluruh nota keberatan atau eksepsi penasehat hukum terdakwa. Menyatakan surat dakwaan jaksa penuntut umum atas terdakwa Fahrizal sah menurut hukum dan dapat dijadikan dasar pemeriksaan," ucap majelis hakim dalam sidang beragenda putusan sela di Pengadilan Negeri Medan, Senin (22/10/2018).

Majelis hakim sepakat eksepsi yang disampaikan penasehat hukum terdakwa tidak beralasan dan harus ditolak. Karena itu hakim memerintahkan agar pemeriksaan dilanjutkan dengan menghadirkan saksi-saksi.  "Menyatakan surat dakwaan jaksa penuntut umum sudah memenuhi syarat materil," ucap hakim Deson.

Setelah itu, majelis hakim menunda persidangan pada pekan depan dengan agenda memeriksa saksi-saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum. Sementara itu, tim penasehat hukum terdakwa, Julhisman mengaku sudah bisa menebak eksepsi mereka bakal ditolak hakim. 


"Kami dari awal sudah menduga ini bakal ditolak. Kami hanya ingin mengungkap fakta-fakta yang tidak diungkap di dakwaan, tapi di BAP ada," kata Julhisman usai persidangan.

Seperti diketahui, Kompol Fahrizal menembak mati adik iparnya Jumingan, di rumah orang tuanya di Jalan Tirtosari Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Sumut, Rabu (4/4/2018) lalu sekitar pukul 19.30 WIB malam. 

Tersangka meletuskan senjata sebanyak enam kali hingga korban tewas bersimbah darah. Jasad Jumingan kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan untuk diautopsi. Tak berselang lama, Fahrizal pun menyerahkan diri ke Polda Sumut.

Fahrizal saat kejadian menjabat sebagai Wakapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya dia menduduki sejumlah posisi di jajaran Polda Sumut, seperti Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu, Kasat Reskrim Polresta Medan, kemudian menjadi Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, sebelum akhirnya menempuh pendidikan Sespim.


Editor : Himas Puspito Putra