Harga Masker di Medan Naik 1.000 Persen, KPPU Kanwil I Sidak Gudang Distributor

Stepanus Purba ยท Kamis, 05 Maret 2020 - 15:06 WIB
Harga Masker di Medan Naik 1.000 Persen, KPPU Kanwil I Sidak Gudang Distributor
KPPU Kantor Wilayah I saat sidak salah satu distributor masker di Kota Medan usai melambungnya harga sampai 10 kali lipat. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang distributor masker di Jalan Mojopahit, Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (5/3/2020). Hal ini setelah melambungnya harga masker secara signifikan mencapai 1.000 persen atau 10 kali lipat.

Kenaikan ini setelah informasi masuknya virus korona di Indonesia yang menginfeksi dua warga Kota Depok, Jawa Barat. Permintaannya pun melonjak sementara ketersedian barang menurun.

"Kami melakukan sidak, check monitoring ketersediaan pasokan dan harga masker di Sumut. Karena kami tahu, hari ini harga masker naik sampai 1.000 persen," ujar Kepala KPPU Kanwil I Ramli Simanjuntak, Kamis (5/3/2020).

Menurutnya, KPPU sudah dalam dua bulan terakhir meneliti ada atau tidak unsur pelanggaran. Sampai hari ini, KPPU menemukan adanya lonjakan harga yang disebabkan minimnya pasokan dengan permintaan tinggi.

"Penelitian sementara kami, untuk membuat masker ada beberapa bahan baku yang harus impor, salah satunya dari China. Nah itu mungkin penyebab sehingga pasokan juga berkurang, padahal permintaan sangat tinggi," katanya.

Karena itu, KPPU melihat hal ini agar jangan sampai pabrikan atau distributor menahan pasokan untuk mendapat keuntungan berlebih yang berdampak meresahkan masyarakat.

"Saran saya kepada pemerintah, pangan kan ada operasi pasar. Kalau bisa ada operasi pasar untuk masker buat masyarakat. Karena ini kebutuhan masyarakat. Supaya harga masker lebih murah," ucapnya.

Sementara Direktur PT Dimas Andalas Makmur Meliana Manurung menjelaskan, stok masker di gudang mereka masih ada. Mereka juga masih melayani permintaan dari rumah sakit dan masyarakat. Namun dia tidak menampik jika ada penurunan pasokan dari pabrik.

"Ada penurunan dibanding yang sebelumnya. Tapi kami pastikan pabrik masih kontinu memasok ke kami. Semenjak ada virus korona memang ada penurunan pasokan sampai 50 persen," kata Meliana.

Menurutnya, sejauh ini permintaan masker dari rumah sakit masih normal. Peningkatan permintaan terjadi pada masyarakat.

"Kami tidak pernah menimbun stok. Kami tetap supply seperti biasa. Harganya naik. Kalau dulu-dulu itu Rp35.000 sekarang Rp125.000. Kami melayani untuk wilayah Sumut dan Aceh," ujarnya.


Editor : Donald Karouw