Identitas 11 Anggota FPI yang Ditangkap karena Bikin Onar di Harlah NU

Stepanus Purba ยท Jumat, 01 Maret 2019 - 13:18 WIB
Identitas 11 Anggota FPI yang Ditangkap karena Bikin Onar di Harlah NU
Petugas Polres Tebingtinggi mengamankan 11 anggota FPI yang berbuat onar dan ricuh pada peringatan Harlah NU ke-93 di Kota Tebingtinggi, Sumut. (Foto: iNews/Abdullah Sani Hasibuan)

MEDAN, iNews.idPolres Tebingtinggi telah mengamankan 11 orang anggota Front Pembela Islam (FPI) karena membuat onar dalam kegiatan Tabligh Akbar di Harlah ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (27/2/2019). Hingga kini, mereka masih diperiksa.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja memaparkan, ke-11 anggota FPI yag diamankan, yakni Muhammad Husni, Suhairi alias Gogon, Fauzi Saragih, Amir Sitompul, Abdul Rahman, Syahrul Sirait, Oni Qital, M Anjas, Arif Darmadi, Ilham alias Iam, dan Rahmad Puji Santoso.

Tatan mengungkapkan, para pelaku sebelumnya sudah merencanakan aksi onar di Harlah NU, beberapa hari sebelumnya. “Dari hasil penyelidikan, informasi yang kami dapat kemarin aksi penolakan acara tersebut memang sudah direncanakan dari hari sebelumnya. Ormas Islam itu, menolak kegiatan dari NU yang dilaksanakan di Tebingtinggi,” kata Tatan, Jumat (1/3/2019).


Polres Tebingtinggi menyayangkan kejadian tersebut, terlebih acara tersebut juga dihadiri oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto. Tatan mengingatkan sesama umat muslim hendaknya tidak merasa diri paling benar sehingga dapat memicu konflik di antara sesama muslim.

“Ingat, apalagi kita sama-sama Islam. Islam itu adalah agama yang rahmatan lil alamin. Apalagi kegiatan kemarin itu jelas dilaksanakan oleh organisasi keagamaan NU. Organisasi itu organisasi Islam terbesar di Indonesia,” kata Tatan.

Sebelumnya, Polres Tebingtinggi menetapkan 11 anggota FPI sebagai tersangka dalam kasus kericuhan saat peringatan Harlah ke-93 NU di Kota Tebingtinggi, Rabu (27/2/2019) siang lalu. Penetapan status tersangka tersebut setelah polisk melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Saat ini, ke-11 tersangka ditahan di Mapolres Tebingtinggi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 160 dan 175 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.


Editor : Maria Christina