get app
inews
Aa Text
Read Next : Kabar Duka! Prajurit TNI Meninggal di Papua, Diduga Dianiaya Senior

Identitas Prajurit TNI Meninggal di Papua, Pratu Farkhan Marpaung asal Asahan

Jumat, 02 Januari 2026 - 13:42:00 WIB
Identitas Prajurit TNI Meninggal di Papua, Pratu Farkhan Marpaung asal Asahan
Keluarga menunggu kedatangan jenazah prajurit TNI meninggal di Papua, Pratu Farkhan Marpaung, di rumah duka Asahan. (Foto: iNews TV)

ASAHAN, iNews.id - Identitas prajurit TNI meninggal dunia di Papua yang bertugas di perbatasan RI-Papua Nugini akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Pratu Farkhan Sauqi Marpaung asal Kabupaten Asahan, Sumatra Utara (Sumut).

Pratu Farkhan Sauqi Marpaung diduga meninggal dunia akibat penganiayaan oleh seniornya saat bertugas di Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Pegunungan. Korban tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Yonif 113/Jaya Sakti yang menjalankan pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini.

Saat ini keluarga menunggu kedatangan jenazah di rumah duka, Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan. Jenazah akan diterbangkan dari Timika, Papua.

Ayah korban, Zakaria Marpaung, mengatakan anaknya diduga mengalami kekerasan fisik oleh senior berpangkat Kopral Dua saat berada di pos. Dugaan tersebut berdasarkan keterangan yang diterima keluarga dari rekan-rekan korban.

"Kami dapat informasi dari sepupunya," ujarnya, Jumat (2/1/2026).

Menurut informasi yang diterima Zakaria, anaknya sempat mengeluhkan sakit disertai menggigil saat berada di pos. Rekan-rekan korban kemudian menyarankan agar dia berjemur untuk menghangatkan badan.

Namun saat berjemur, korban diduga justru mendapat kekerasan dan hukuman fisik dari seniornya berpangkat Kopda. Korban disebut dipukul menggunakan ranting kayu dan ditendang pada bagian rusuk dada.

Melihat kondisinya semakin lemah, rekan-rekannya segera membawa korban ke bagian kesehatan untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

"Kurang lebihnya anak saya sakit lalu menghangatkan badan. Lalu datang seniornya menanyakan kondisi korban dan membantu memijat. Kemudian datang seniornya, Kopda ini. Anak saya dibawa ke samping, lalu disuruh menunduk dan dipukul pakai ranting punggungnya. Lalu ditendang sampai jatuh," katanya.

Zakaria juga menyampaikan kekecewaannya atas peristiwa yang menimpa putranya hingga meninggal saat menjalankan tugas negara di Papua.

"Walau saya hanya sekdes, keluargaku ada TNI Polri. Saya kecewa anakku bukan mati diujung senjata, tapi oleh sesama TNI, di bawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI," ucapnya.

Jenazah prajurit TNI meninggal di Papua itu rencananya akan dibawa ke kampung halamannya di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, untuk dimakamkan.

Pihak keluarga menyatakan akan menempuh langkah hukum guna mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya prajurit TNI meninggal di Papua tersebut.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut