Jembatan Gantung di Kaur Bengkulu Putus Diterjang Banjir Bandang, 10 Orang Tewas

Antara ยท Senin, 20 Januari 2020 - 16:30 WIB
Jembatan Gantung di Kaur Bengkulu Putus Diterjang Banjir Bandang, 10 Orang Tewas
Warga lokal membantu pencarian korban hanyut akibat jembatan putus di Desa Bungin Tambun III Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Senin (20/1/2020). (Foto: Antara)

BENGKULU, iNews.id - Banjir bandang menerjang wilayah Desa Manau Sembilan II, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Bengkulu, Minggu (19/1/2020) pukul 15.00 WIB. Bencana alam ini menyebabkan Jembatan Gantung Cawang putus. Saat kejadian ada 27 orang di atas jembatan tersebut.

Tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Basarnas dan pemerintah daerah setempat langsung merespons dengan melakukan pencarian korban. Sebanyak 17 orang selamat, empat ditemukan tewas dan enam lainnya hilang. Hasil pencarian hingga Senin (20/1/2020), seluruh korban hilang dievakuasi meninggal dunia.

“Tadi baru ditemukan tiga orang lagi dalam kondisi meninggal dunia. Total ada 10 korban tewas," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaur Ujang Syafiri, kepada wartawan di Kota Bengkulu, Senin (20/1/2020).

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo mengatakan, laporan sementara dari BPBD Kabupaten Kaur, banjir bandang tersebut dipicu faktor cuaca yang buruk dan intensitas hujan tinggi.

“BPBD Kabupaten Kaur telah mendirikan posko darurat di lokasi kejadian,” katanya.

Berikut identitas korban tewas jembatan putus di Kaur Bengkulu

  1. Emilia binti Minut, Desa Manau 9 II
  2. Yeni binti Kamharudin, Desa Manau IX 2
  3. Pio bin Didi, Desa Bungin Tambun
  4. Peri Rahman bin Tisri, Desa Pulau Panggung
  5. Migi bin Jon Armada, Desa Rigangan
  6. Mika binti Sus, Desa Bungin Tambun 3
  7. Viki bin Ida, Desa Pulau Panggung
  8. Intan Guspani binti Indi, Bungin Tambun 2
  9. Gok bin junar, Desa Tanjung Ganti 1
  10. Ipan bin Ujang, Desa Pulau Panggung

Editor : Donald Karouw