Jokowi: Datang ke TPS Pakai Baju Putih karena yang Dicoblos Baju Putih

Antara · Sabtu, 06 April 2019 - 03:36 WIB
Jokowi: Datang ke TPS Pakai Baju Putih karena yang Dicoblos Baju Putih
Capres nomor urut 01 Jokowi menunjukkan tiga kartu sakti saat kampanye di Medan, Sumatera Utara, Jumat (5/4/2019) malam. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay).

MEDAN, iNews.id, - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo meminta para pendukungnya untuk bekerja keras pada H-13 pemilihan umum 17 April 2019. Upaya pemenangan harus dilakukan masif.

"Waktu kita tinggal 13 hari untuk bekerja keras, apa yang harus kita kerjakan?" kata Jokowi di di Gelanggang Olahraga (GOR) Diaspora Sumatera Utara, Medan, Jumat (5/4/2019).

Dalam kampanye tersebut hadir juga Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan menantu Jokowi, Bobby Afif Nasution. Selain itu hadir Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, mantan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi dan ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN) Erick Thohir.

Jokowi menargetkan perolehan suara pasangan nomor urut 01 minimal 65 persen di Sumatera Utara atau bertambah dari perolehan pemilu 2014 yang sebesar 55 persen.

"Pada 17 April nanti ajak keluarga, saudara, teman-teman sekampung kita berbondong-bondong ke TPS, setuju? Jangan ada yang di rumah, tidur di rumah, semua. Kalau pas libur, silakan berlibur tapi nyoblos dulu, datang ke TPS pukul 08.00 atau 09.00, nyoblos dulu dan kalau bisa berbondong-bondong pakai baju putih karena yang dicoblos bajunya putih," ujar Jokowi.

Dalam kampanyenya Jokowi mengenalkan tiga kartu saktinya yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Prakerja dan Kartu Sembako Murah.

Dia pun memanggil dua orang peserta kampanye yaitu Debbie Munthe dan Nuswati.

"Saya Debbie Munthe, saat ini SMA kelas III dan baru UN (Ujian Nasional), saat ini sangat sangat yakin bisa masuk STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) supaya bisa memperbaiki kondisi keuangan Indonesia dan bisa berja di Ditjen Pajak," kata Debbie saat memperkenalkan diri.

Meski STAN tidak memungut uang sekolah bagi para mahasiswanya, Debbie mengaku masih butuh KIP Kuliah.

"Kenapa butuh KIP kuliah?" tanya Jokowi.

"Untuk bantu orangtua, di kampung juga banyak potensi anak Indonesia karena tidak ada biaya jadi putus kuliah," jawab Debie.

Sedangkan Nurswati yang mengaku tinggal di Belawan dan punya suami seorang nelayan mengaku butuh Kartu Sembako Murah.

"Butuh kartu sembako murah biar terpenuhi kebutuhan kami, karena kami nelayan pendapatan kurang," kata Nurswati yang ingin membeli beras, telur, minyak bila mendapat kartu sembako murah.


Editor : Zen Teguh