KAI Sumut Catat 52 Kasus Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api hingga Agustus

Antara ยท Minggu, 30 Agustus 2020 - 14:20 WIB
KAI Sumut Catat 52 Kasus Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api hingga Agustus
Ilustrasi kereta api. (Foto: iNews/Suryono)

MEDAN, iNews.id - Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre 1 Sumatera Utara mencatat angka kecelakaan di perlintasan mencapai 52 kasus hingga Agustus. Peran serta masyarakat terhadap keselamatan sangat dibutuhkan terutama dalam hal mentaati dan patuh terhadap rambu-rambu di perlintasan.

Deputy Vice President PT KAI (Persero) Divre I Sumut Willy Suryamiharja mengatakan, pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang tidak saja merugikan pengendara jalan, tetapi juga perjalanan KA.

"Selama ini perlintasan sebidang merupakan salah satu titik yang sering terjadi kecelakaan, " katanya saat sosialisasi soal keamanan di perlintasan KA/JPL No 02 Km 0 + 690 Lintas Medan - Belawan /Medan - Binjai, Sabtu (29/8/2020).

Dia menjelasjan, di Sumut terdapat 92 perlintasan sebidang yang resmi dan 252 tidak resmi. Kemudian ditambah embilan perlintasan tidak sebidang baik berupa flyover maupun underpass.

"Salah satu tingginya angka kecelakaan pada perlintasan kerap terjadi akibat para pengendara tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi, " ujarnya didampingi Senior Manager Pengamanan, Asep dan Manager Pengamanan Operasi Perka M Soleh.

Menurutnya, sesuai data telah terjadi 52 kecelakaan di perlintasan sebidang KA selama 2020 hingga Agustus. Masing-masing dua kali di perlintasan resmi,16 kali di perlintasan tidak resmi, 22 kasus pejalan kaki serta hewan ternak ada 12 kali kejadian di ruang manfaat jalur kereta api.

Di tahun 2019, jumlah kecelakaan terjadi sebanyak 108 kali dengan masing-masing enam kali kejadian di perlintasan resmi dan 50 kali di perlintasan tidak resmi. Kemudian 36 kali pejalan kaki dan 16 hewan ternak di daerah ruang maanfaat jalur kereta api.

Padahal UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Pasal 114 menyatakan, perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi. Palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan atau ada isyarat lain.

Diketahui, sejak 2018, KAI telah menutup 47 perlintasan tidak resmi. Langkah ini sebagai upaya mengurangi kecelakaan di kawasan tersebut.


Editor : Donald Karouw